Petenis Roger Federer Wisuda, Menjadi Sukses Itu Tak Mudah

Petenis profesional dunia, Roger Federer. Foto: Dok. Instagram @rogerfederer
Petenis profesional dunia, Roger Federer. Foto: Dok. Instagram @rogerfederer

Petenis profesional dunia, Roger Federer, telah menerima gelar kehormatan honoris causa dari salah satu perguruan tinggi tua yang terkenal, Dartmouth College.

Pada 9 Juni kemarin, Roger hadir untuk memberikan pidatonya dalam acara wisuda yang dihadiri oleh banyak mahasiswa.

Dalam pidatonya, Roger membagikan bagaimana sebuah kesuksesan itu tak bisa diraih dengan cara yang mudah dan tanpa adanya perjuangan berat.

Terdapat tiga poin utama yang disampaikan oleh Roger. Pertama, ia menekankan bahwa kata ‘effortless (mudah)’ itu adalah mitos.

| Baca Juga : 15 Tahun Kematian Michael Jackson, Keluarga Bagikan Kenangan

Selama menjadi petenis, Roger Federer sering kali mendengar orang-orang memuji permainannya yang terlihat sangat mudah dan tampak tak perlu mengeluarkan banyak tenaga.

“Effortless (mudah) itu adalah mitos. Aku mengatakan hal ini sebagai seseorang yang sangat sering mendengar kata tersebut. Orang-orang bilang permainanku terlihat mudah. Beberapa mungkin bermaksud memuji, tapi aku merasa frustasi saat mendengar kalimat, ‘dia hampir tidak mengeluarkan keringat!’ atau ‘dia seperti mudah sekali melakukannya’.”

Padahal, untuk mencapai titik tersebut, Roger harus berlatih dengan sangat keras.
“Sebenarnya, aku berusaha sangat keras untuk membuatnya jadi terlihat effortless. Bertahun-tahun aku menghabiskan waktu mengeluh, mengumpat, melempar raket sebelum akhirnya aku bisa bersikap tenang.”

| Baca Juga : Putri Anne Hilang Ingatan, Alami Gegar Otak Ringan Gegara Kuda

Dengan usahanya yang begitu keras, Roger menyadari bahwa kemenangan yang terlihat mudah adalah sebuah pencapaian yang sangat luar biasa.

Kedua, dalam sebuah permainan, poin hanyalah sekedar poin. Menyamakan kehidupan dengan permainan tenis, Roger menyampaikan bagaimana kita bisa tetap kalah meskipun sudah berusaha dengan keras.

“Faktanya adalah, apa pun permainan yang kalian mainkan dalam hidup, terkadang kalian juga akan kalah. Satu poin, satu pertandingan, satu musim, satu pekerjaan. Rasanya itu seperti roller coaster, dengan banyak pasang surutnya sendiri. Wajar saja jika kalian merasa down dan  meragukan diri sendiri, mengasihani diri sendiri. Tapi jangan lupakan, lawan kalian juga merasakan hal yang sama.”

Menurut Roger, seorang pemain terbaik bukanlah mereka yang selalu memenangkan poin dalam setiap perlombaan. Pemain terbaik adalah mereka yang sudah tahu kalau mereka akan kalah lagi dan lagi tapi belajar bagaimana menghadapinya.

| Baca Juga : Bukan Pangeran William, Ternyata Putri Charlotte Penggemar Taylor Swift

Ketiga, hidup itu jauh lebih besar dari lapangan tenis. Lagi-lagi menyamakan kehidupan dengan tenis, Roger menyadarkan kita bahwa dunia dan kehidupan itu jauh lebih besar dari apa yang kita bayangkan.

Selama menjadi petenis, Roger menyadari bahwa tenis bisa membuatnya melihat dunia tapi tenis bukanlah tentang seluruh dunianya.

Itu juga berlaku pada kehidupan sehari-hari, terkadang kita hanya terpaku pada apa yang sudah biasa kita lakukan setiap harinya. Padahal, ada hal-hal yang lebih besar dibandingkan dunia yang kita ketahui selama ini.

“Aku di sini memberitahu kalian, di luar soal wisuda, bahwa meninggalkan dunia yang sudah familiar dan menemukan dunia baru adalah hal yang luar biasa, sangat, sangat mengasyikkan,” ucap Roger Federer.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here