Novelis Gadis Kretek Mulai Menulis Novel Terbaru

Ratih Kumala (Foto : Instagram/@gadiskretek)
Ratih Kumala (Foto : Instagram/@gadiskretek)

Penulis novel terkemuka, Ratih Kumala mengungkapkan dirinya telah mulai menulis sebuah novel baru. Namun, pengarang dari novel terkenal Gadis Kretek (2012) tersebut belum membocorkan novel seperti apa yang hendak ia tulis.

“Aku lagi mau mulai menulis novel tapi sebaiknya aku tidak kasih tahu (ceritanya) karena kalau novel (sering) tiba-tiba berubah di tengah-tengah, dan aku cenderung mengambil waktu yang sangat banyak untuk menyelesaikan satu novel,” tutur Ratih dalam siniar di Youtube Hilmar Farid, yang diunggah Minggu (23/06).

| Baca Juga : Kisah Kakek Arifin, Setia Menunggu Pasangan Hingga Akhir Hayat

Ratih sendiri juga telah dikenal dengan menghasilkan beragam novel berkualitas. Yakni Tabula Rasa (2004), novel pertamanya, menjadi salah satu pemenang Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2003. Novelnya yang paling tersohor, Gadis Kretek, juga masuk dalam 10 besar penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2012.

Selain menulis novel, Ratih juga menulis skenario film serta drama televisi. Yang terbaru, Ratih menulis skenario untuk film yang akan tayang yakni Satu Imam Dua Makmum. 

Film tersebut disutradarai oleh Key Mangunsong serta dibintangi Fedi Nuril dan Amanda Manopo. “Tanggal tayangnya belum keluar karena baru banget selesai. Moga-moga segera,” ungkap Ratih.

Dalam siniar tersebut, Ratih bercerita kalau dia sudah ingin berprofesi sebagai seorang penulis sejak kuliah. Ratih juga menceritakan ketika dia menyampaikan niatnya tersebut kepada orangtuanya, dia justru disangka ingin menjadi seorang wartawan. 

“Karena mereka (orang tuanya) merasa yang namanya penulis ya kamu nulis buat koran,” ujar lulusan Fakultas Sastra Inggris Universitas Sebelas Maret, Surakarta itu.

Namun, saat itu dirinya telah mantap untuk menjadi penulis novel. Hal itu juga sempat menjadi pertanyaan oleh orangtuanya. 

| Baca Juga : Rumah Kontrakan Diubah Jadi Ladang Ganja, Satu Keluarga Kaget

“Mereka kayak, ah, kamu nulis novel? Terus abis ditulis mau ngapain? Waktu itu pun sejujurnya aku gak tahu kalau misalnya udah ditulis, bukunya sudah terbit, terus apa? Apakah aku bisa hidup dari menulis?” kisahnya.

Setelah bertahun-tahun berkecimpung di dunia kepenulisan, Ratih pun sadar menjadi seorang penulis banyak sekali turunannya. Karena itu, dia tidak segan untuk membuka diri mencoba bidang kepenulisan dalam format lain.

Walaupun menulis banyak cabangnya, kata Ratih, tetapi semua memiliki paying yang sama, yaitu storytelling atau bercerita. Menurutnya, hal itulah yang harus dikuasai oleh seseorang ketika ingin menjadi penulis.

Ratih Kumala juga berpesan kepada para calon penulis, agar tidak menutup diri terhadap berbagai bentuk kepenulisan.

“Jangan menutup diri bahwa aku hanya mau menulis novel atau hanya mau menulis puisi atau aku hanya mau menulis novel tapi yang romance, gak gitu, karena menulis novel, misalnya thriller atau horor atau cerita detektif, itu pola berceritanya berbeda lagi. Menurut aku semua bisa dipelajari,” pungkasnya.(*) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here