2 DPO Kasus Vina Cirebon Dihilangkan, Komnas HAM Turun Tangan

KASUS PEMBUNUHAN: Vina di Cirebon semasa hidup. (Foto: Instagram/deecompany_official)
KASUS PEMBUNUHAN: Vina di Cirebon semasa hidup. (Foto: Instagram/deecompany_official)

Seusai kasusnya kembali diangkat menjadi sebuah film, kasus Vina Cirebon menarik perhatian publik hingga lembaga terkait. Tidak hanya kepolisian, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bahkan turun tangan untuk menangani kasus ini.

Melalui kuasa hukum keluarga, pihak Vina menyambangi kantor Komnas HAM hari ini, Senin (27/5). Hal tersebut disampaikan oleh team Hotman 911 selaku kuasa hukum Vina melalui keterangan tertulis.

“Kami datang diundang Ke Komnas Ham,” ucap Team Hotman 911 melalui keterangan tertulis pada, Senin 27 Mei 2024.

| Baca Juga: Pengakuan Ibunda Pegi, Anaknya Ditangkap Atas Kasus Vina Cirebon

Team Hotman 911 bahkan mengatakan bahwa jadwal pertemuan pihaknya dengan Komnas HAM dimajukan yang semula dijadwalkan pada pukul 13.00 WIB menjadi pukul 11.00 WIB.

Dimajukannya jadwal tersebut lantaran terdapat agenda lain untuk menguak kasus Vina yang kerap dirasakan “misterius”. Dalam mencari titik terang kasus ini, pihak Polda Jawa Barat (Jabar) akan melaksaksanakan olah TKP di Cirebon untuk mengungkap fakta kasus yang telah terjadi pada 2016 lalu.

“Mulanya jam 13.00 WIB, di reschedule atau dimajukan pukul 11.00 WIB dikarenakan ada beberapa rangkaian agenda dari Pihak Polda Jabar ingin oleh TKP di Cirebon,” tulis Team Hotman 911.

Diketahui, kasus Vina Cirebon kembali mencuat dan menarik perhatian publik usai kisah nyatanya diangkat ke layar lebar. Yaitu, film Vina: Sebelum 7 Hari yang dirilis pada 8 Mei 2024 lalu.

| Baca Juga: Fakta Penangkapan Pegi Setiawan, Pelaku Utama Kasus Vina Cirebon

Pihak kepolisian telah berhasil mengamankan satu dari tiga tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dia adalah Pegi Setiawan alias Perong.

Menurut pihak kepolisian, setelah diamankannya satu DPO tersebut, seluruh tersangka pembunuhan Vina di Cirebon yang terjadi 2016 silam, telah terungkap. Artinya, dua DPO lain yang bernama Andi dan Dani dihilangkan.

“Perlu saya tegaskan, semua tersangka bukan sebelas tapi sembilan, sehingga DPO hanya satu,” ucap Dirkrimum Polda Jabar, Kombes Surawan dalam konferensi pers di Polda Jabar pada, Minggu 26 Mei 2024 lalu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here