Selalu Energik, Orang Tertua Kedua di Dunia Ternyata Rutin Minum Ini

ORANG TERTUA KEDUA: Momen ulang tahun Tomiko Itooka ke-116 yang dihadiri Walikota Kota Ashiya, Ryoshuke Takashima (sebelah kanan) pada Kamis (23/5/2024). (Foto: LongeviQuest)
Momen ulang tahun Tomiko Itooka ke-116 yang dihadiri Walikota Kota Ashiya, Ryoshuke Takashima (sebelah kanan) pada Kamis (23/5/2024). (Foto: LongeviQuest)

Wanita asal Jepang, Tomiko Itooka merupakan orang kedua tertua di dunia saat ini. Belum lama ini, dirinya baru saja merayakan hari yang istimewa, yaitu ulang tahunnya yang ke-116.

Hari ulang tahun Itooka ke-116 jatuh pada hari Kamis (23/5/2024). Momen itu dianggap istimewa, sebab sangat jarang manusia yang mampu mencapai usia itu.

Di Jepang sendiri, Tomiko Itooka tercatat sebagai manusia kedelapan yang mencapai usia 116 tahun. Bahkan, dalam sejarah manusia di bumi, hanya 30 orang saja yang tercatat dapat mencapai angka tersebut.

Perayaan Ulang Tahun Meriah

Hari ulang tahun Itooka dirayakan secara meriah di aula panti jompo di Kota Ashiya, Prefektur Hyogo, Jepang. Pada perayaan itu, aula didekorasi secara mewah oleh staf panti jompo. Itu termasuk kue ulang tahun yang cukup besar, iringan piano yang menenangkan, hingga rangkaian balon hijau (warna favorit Itooka) yang semarak.

| Baca Juga: Pria Tertua di Dunia Beberkan Rahasia Umur Panjang

Bahkan Walikota Kota Ashiya, Ryosuke Takashima juga tampak hadir dalam perayaan itu. Lalu ada juga Atsushi Kishimo CEO kelompok panti jompo, staf panti jompo, serta lebih dari selusin penghuni lainnya.

Seluruh tamu yang hadir itu menyaksikan dengan gembira momen ketika Itooka diberi bunga dan plakat penghargaan atas statusnya sebagai orang tertua yang masih hidup di Jepang. Di momen tersebut, Itooka menerima pesan ucapan selamat dari simpatisan di seluruh dunia.

Ucapan selamat juga datang dari sang walikota. Ucapan itu disampaikan melalui pidato yang menyentuh hati terkait pencapaian Itooka yang luar biasa.

“Terima kasih,” ujar Itooka dengan singkat dan lembut, sebelum menikmati sepotong kue ulang tahunnya.

Di usianya itu, Itooka dikenal masih cukup energik. Setiap pagi, dirinya diketahui secara rutin meminum Calpis, minuman ringan berbahan dasar susu Jepang yang bagus untuk pencernaan dan kesehatan usus.

Selain itu, ia juga masih mampu mengomunikasikan keinginannya dengan jelas melalui ucapan. Meskipun dengan pendengarannya yang sudah sedikit tuli.

| Baca Juga: Cetak Sejarah, Ed Dwight Jadi Orang Tertua Terbang ke Luar Angkasa

Itooka juga dikenal sebagai pribadi yang secara rutin mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para staf panti jompo. Meskipun, ia dilaporkan sering menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat tidur tanpa makan.

Masa Muda Penuh Semangat

Tomiko Itooka lahir di Kota Osaka, Prefektur Osaka, Jepang pada tanggal 23 Mei 1908. Ia adalah anak kedua (putri sulung) dari tiga bersaudara.

Setelah lulus sekolah dasar, dia pindah ke sekolah perempuan (saat ini SMP dan SMA Osaka Jogakuin). Di sana ia masuk dan terlibat aktif dalam sebuah klub bola voli.

Setelah lulus, ia diketahui menikah di usia 20 tahun dan melahirkan putri sulungnya pada usia 21 tahun. Secara total, ia memiliki dua putri dan dua putra.

Saat Perang Dunia Kedua pecah, dia diceritakan mengambil alih tanggung jawab sang suami di sebuah pabrik tekstil yang dijalankannya di Korea Selatan, dengan mengelola kantor mereka di Jepang. Itu dilakukannya sambil membesarkan anak-anaknya sendirian.

Setelah suaminya meninggal pada tahun 1979, dia tinggal sendirian di kampung halaman suaminya di Prefektur Nara selama sekitar 10 tahun. Meski ditinggal suami yang meninggal, Itooka tetap bersemangat menjalani kehidupannya. Pada periode tersebut, dia sering melakukan kegiatan pendakian di Gunung Nijo, yang terletak di prefektur Nara dan Osaka.

| Baca Juga: Tak Punya Generasi ke Tiga, Begini Nasib Barbershop Tertua di Indonesia

Dia juga pernah mendaki Gunung Ontake (3000 Mdpl), yang melintasi prefektur Nagano dan Gifu, sebanyak dua kali. Dalam pendakian itu, diceritakan bahwa seorang pemandu terkejut mengetahui Itooka hanya memakai sepatu kets biasa, bukan sepatu khusus untuk pendakian.

Saat berada di usia 80-an, Itooka bahkan masih sanggup berpartisipasi dalam Ziarah 33 Kannon Osaka (ziarah 33 kuil) sebanyak dua kali.

Mengejutkannya lagi, ketika usianya telah 100 tahun, dirinya masih kuat menaiki tangga batu panjang Kuil Ashiya tanpa tongkat untuk beribadah. Itooka juga dilaporkan mengunjungi Kuil Yakushiji di Prefektur Nara berkali-kali, dan dia suka menulis sutra (kesusastraan dalam Hindu dan Budha).

Menjadi Orang Tertua Kedua

Ketika Tomiko Itooka berusia 110 tahun, dia dipindah ke panti jompo di Kota Ashiya, Prefektur Hyogo. Lokasi yang menjadi tempat tinggal dirinya saat ini.

Pada 12 Desember 2023, setelah kematian Fusa Tatsumi, yang berusia 116 tahun, Itooka resmi menjadi orang tertua yang masih hidup di Jepang.

Di dunia, dirinya berstatus sebagai orang tertua kedua, setelah wanita asal Spanyol Maria Branyas Morera yang telah menginjak usia 117 tahun pada bulan Maret lalu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here