Tragis! Bayi 16 Bulan Tewas karena Ditinggal Ibunya Liburan 10 Hari

Foto: Dok. WKYC/nbcnews

Nasib tragis menimpa bayi berusia 16 bulan asal Ohio, Amerika Serikat. Ibunya, Kristel Candelario, dengan tega meninggalkan bayinya selama 10 hari di rumah sampai meninggal dunia. Parahnya lagi, kepergiannya itu hanya untuk berlibur di Detroit dan Puerto Rico.

Hakim pengadilan Cleveland menjatuhi Candelario dengan hukuman penjara seumur hidup, dengan tanpa kemungkinan bebas bersyarat. Ia dinyatakan bersalah karena meninggalkan putrinya, Jailyn, seorang diri di rumah untuk pergi berlibur.

Saat ditemukan, kondisi Jailyn sangat mengenaskan. Bayi 16 bulan itu terlihat kurus dengan bibir kering, mata cekung dan ada kotoran di sekitar area mulut dan kuku jarinya.

Jailyn telah kehilangan berat badannya sebanyak 7 pon atau sekitar 3,1 kg. Ini adalah penurunan yang drastis bila dibandingkan dengan berat badannya dua bulan lalu, saat melakukan pemeriksaan rutin ke dokter.

Baca Juga: Bocah 7 Tahun Tewas Terkubur di Lubang Galian Sendiri

Dua hari setelah kepergian Candelario, kamera bel pintu tetangga merekam jeritan Jaily yang begitu tersiksa. Termasuk jeritan di pukul 01.00 pagi waktu setempat.

Saat peristiwa itu terjadi, Cendelario tengah menikmati liburan bersama teman prianya di Puerto Rico. Ia juga singgah beberapa hari untuk berjemur di pantai dan mampir ke Detroit. Setelahnya, di tanggal 16 Juni 2023, dia kembali ke rumah dan mendapati anaknya telah meninggal dunia.

Para penyidik tak percaya aksi kejam ini dilakukan oleh seorang ibu kepada buah hatinya. Mereka bahkan menyebut kasus ini sebagai yang paling mengerikan di sepanjang karir mereka sebagai penyidik.

“Ini adalah kasus yang akan tertanam dalam pikiran dan hati kami selamanya,” ucap Sersan Polisi Cleveland, Teresa Gomez, di ruang pengadilan.

Baca Juga: Berusia 13 Tahun, Putri Pebasket Yao Ming Tingginya 190 CM

Dalam persidangannya pekan lalu, ahli patologi forensik, Elizabeth Mooney, mengatakan bila anak-anak akan mengalami kecemasan perpisahan paling ekstrem di antara usia 9-18 bulan. Bisa dikatakan bila bayi Jailyn mengalami siksaan yang luar biasa ketika ditinggal sendirian di rumah selama 10 hari.

“Rasa sakit dan penderitaan yang dia alami tidak hanya berlangsung berjam-jam, bukan berhari-hari, tapi mungkin bahkan seminggu,” ujar Elizabeth Mooney dengan mata berkaca-kaca di ruang sidang.

“Perasaan ditinggalkan selama berhari-hari, ditambah dengan rasa sakit karena kelaparan dan rasa haus yang ekstrem adalah jenis penderitaan yang menurut saya tidak dapat dipahami sepenuhnya oleh siapa pun di antara kita,” sambungnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here