Starfire, Band Pop Rock Arahan Andika ‘The Titans’ Rilis EP

Foto: Nyata/Agnes

B andung sepertinya tidak habis-habisnya menghadirkan musisi baru yang berkualitas, Starfire salah satunya. Difasilitasi oleh Afe Records, band yang personilnya anak-anak sebuah SMA di Bandung ini, baru saja merilis Extended Play (EP) bertajuk ‘Hanya Untukmu’. EP kedua ini terdiri dari tiga lagu yaitu Hanya Untukmu, Tak Pantas (Mendua) dan Yang Terbaik.

Band yang beranggotakan remaja berusia 16 tahun-an ini, berisi Rafandhika Salim atau Rafa sebagai basis, lalu Aira Dika atau Aira sebagai vokali,s dan Davib Gusti Nurandi atau Davin, serta Rassya Caesara atau Rasya yang masing-masing mengisi formasi drummer dan gitaris.

“Kami berteman sejak SD, lalu saat SMP kami membentuk band. Awalnya untuk mengisi acara sekolah. Lama-lama kok ngerasa ngeband asik ya, kami pun memutuskan serius ngeband di tahun 2019,” jelas Aira sang vokalis kepada media di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (23/2/2024).

| Baca Juga: Ziva Magnolya Bicara Soal Cowok yang Sakiti Hatinya

Sebagai bentuk keseriusan dalam bermusik, Starfire merilis beberapa karya di YouTube dan juga di DSP lainya, salah satu karyanya yang trending adalah lagu Gara Gara Kamu. Mengenai nama Starfire yang dipilih, menurut Aira juga punya makna tersendiri. Nama yang diambil dari sosok karakter di film kartun “Teen Titans” ini mempunyai makna yaitu bintang berapi.

“Ini mewakili semangat dan harapan kita yang berkobar, untuk menjadi salah satu bintang yg ikut menghiasi langit permusikan di Indonesia,” tambah Davin, sang drummer.

Starfire sendiri sudah berdiri sejak para personilnya duduk di bangku sekolah dasar dan sudah menjadi sahabat dekat. Singkat cerita, di sekolah mereka dulu ada acara lomba pencari bakat dan di sinilah perjalanan Starfire dimulai.

Secara materi lagu, untuk lima single Starfire sudah dirilis saat mereka masih duduk di kelas 6 SD sampai kelas 1 SMP. Lagu-lagu Starfire itu adalah lagu-lagu yang dalam proses aransemennya, dibantu oleh Andika Naliputra, ayah Aira yang merupakan mantan personil band Peterpan dan The Titans, serta teman dari Andika.

| Baca Juga: Didukung Posan, Badai Hingga Anji, Rajakin Kenalkan Feels Like Forever

Lagu Hanya Untukmu di ciptakan oleh Aira sang vokalis. Secara musikalitas, ternyata mereka memiliki selera yang berbeda-beda. Ada yang terinspirasi dari Queen, Bon Jovi, Yuke Sampurna hingga Lars Ulrich dari Metallica.

EP Hanya Untukmu yang dirilis oleh Afe Records ini, bercerita tentang seputaran cinta masa remaja, dengan balutan musik Pop/Rock energik ala anak muda. Irama musik di EP ini pun terdengar fresh, easy listening meski sangat kental dengan sentuhan aransemen yang menjadi ciri khas Andika, dengan lagu-lagu yang dibawakan bandnya terdahulu.

“Lagu Hanya Untukmu ini bukan berdasarkan pengalaman pribadi, melainkan curhatan teman. Sedangkan lagu Tak Pantas (Mendua), berkisah tentang meskipun diduain, tapi si cowok masih aja cinta. Cerita di lagu-lagu kami kayaknya relate dengan apa yang sering terjadi,” jelas Aira, anak kedua Andika ini.

| Baca Juga: Raisa di Grammy Awards 2024. Stunning dengan Outfit Maroon!

Awalnya Andika tak menyangka anaknya seserius ini dalam bermusik. Ia sempat mengira, keinginan anaknya mengikuti jejaknya semata-mata hanya iseng belaka.

“Ya namanya juga anak-anak biasa kan bosenan. Awalnya saya kira juga gitu. Makanya, saya pantau nih serius engga, eh ternyata serius. Mereka membuktikan dengan memberi lagu-lagu yang mereka buat, untuk saya bantu dari segi aransemennya,” jelas musisi pendiri grub band Peterpan yang pernah begitu populer di era tahun 2000-an.

Menurut Andika, mereka sangat bersemangat membentuk band saat lagu Bendera milik grub band Coklat yang mereka bawakan saat festival di sekolahnya menang.

“Lalu mereka minta saya mentori. Tapi kan saya tidak bisa jadi mentor semua alat musik. Akhirnya saya minta mereka belajar pada mentor yang sesuai dengan alat musik yang mereka bawakan,” terangnya.

Foto: Nyata/Agnes

Andika mengaku sama sekali tidak pernah meminta, apalagi memaksa anaknya untuk mengikuti jejaknya sebagai musisi. Sebab ia sadar betul secara finansial, profesi sebagai musisi tidak selalu menjanjikan.

“Ini berdasarkan pengalaman pribadi ya. Tidak semua band bisa terus besar dan eksis. Kalau lagi ramai ya ramai, kalau pas sepi ya beneran sepi. Makanya saya punya bisnis travel agent untuk mencukupi kebutuhan keluarga,” jelas musisi berusia 43 tahun ini.

Meski begitu, pria asal Bandung yang lahir pada 27 November 1980 ini, akan terus mendukung putranya untuk bermusik secara profesional. “Saya akan terus mendukung. Apalagi mereka saya lihat serius dan kini bahkan rekaman secara profesional,” ungkapnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here