Kondisi Penumpang Singapore Airlines usai Alami Turbulensi Parah

Kondisi penumpang pasca insiden Singapore Airlines alami turbulensi. Foto: Dok. AP Photo/Sakchai Lalit
Kondisi penumpang pasca insiden Singapore Airlines alami turbulensi. Foto: Dok. AP Photo/Sakchai Lalit

Beberapa penumpang pesawat Singapore Airlines yang mengalami turbulensi parah awal pekan ini, masih harus menjalani serangkaian perawatan untuk memulihkan kondisinya.

Sejumlah penumpang yang terluka kini tengah dirawat di rumah sakit Bangkok. Beberapa di antara mereka ada yang memerlukan tindakan khusus seperti operasi.

Dari 211 penumpang, tercatat ada 20 orang yang masih menjalani perawatan intensif. Sementara satu warga asal Inggris dilaporkan meninggal dunia usai kejadian.

Pesawat Boeing 777 yang terbang dengan rute London ke Singapura ini mengalami turbulensi parah di atas Laut Andaman. Turbulensi itu membuat barang-barang dan penumpang serta awak kabin terlempar ke langit-langit.

Baca Juga: Detik-detik Pesawat Singapore Airlines Alami Turbulensi Parah

Dikutip dari The Associated Press, pihak Rumah Sakit Samitivej Srinakarin, telah diminta untuk menangani 104 orang yang terluka karena insiden itu. Secara khusus pihak maskapai akan bertanggung jawab penuh atas peristiwa ini, dengan meminta dokter-dokter spesialis terbaik di Thailand untuk mengobati semua penumpang.

Sementara itu, direktur rumah sakit Adinun Kittiratanapaibool menjelaskan saat konferensi pers, 20 pasien yang ada di ruang ICU, tak ada dalam kondisi mengancam jiwa.

Kemungkinan mereka bisa pulih secepatnya. Di antaranya ada enam warga Inggris, enam warga Malaysia, tiga warga Australia, dua warga Singapura dan masing-masing satu orang dari Hong Kong, Selandia Baru dan Filipina.

| Baca Juga: Pesawat Latih Jatuh di BSD Tangerang, Tiga Korban Tewas

Sampai saat ini, masih belum jelas apa yang menyebabkan pesawat Singapore Airlines mengalami turbulensi. Para penumpang menggambarkan kejadian ini sebagai ‘teror yang mengerikan’. Pesawat berguncang dengan hebatnya, yang membuat banyak penumpang dan awak kabin berterbangan seperti kertas.

Amelia Lim, penumpang asal Malaysia menceritakan apa yang dialaminya saat itu.

“Saya sangat takut … Saya bisa melihat begitu banyak orang di lantai, mereka semua berdarah. Ada darah di lantai dan juga pada orang-orang,” katanya kepada surat kabar online Malay Mail.

“Wanita yang duduk di sebelahku tidak bergerak di lorong. Kemungkinan ia menderita cedera pinggul atau tulang belakang,” tambahnya.

Baca Juga: Singapore Airlines Alami Turbulensi, Satu Tewas Puluhan Lainnya Luka-luka

Di antara 41 orang yang masih dirawat di Rumah Sakit Samitivej Srinakarin pada Kamis (23/5) lalu, 22 orang mengalami cedera tulang belakang. Enam orang mengalami cedera di kepala dan 13 orang mengalami cedera tulang.

Tujuh belas operasi telah dilakukan. Sementara tiga belas orang lainnya yang terluka dalam insiden tersebut masih dirawat di dua cabang rumah sakit lainnya di Thailand. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here