Kharisma Evi Tiarani Pecah Rekor di Kejuaraan Para Atletik Dunia

Para sprinter Indonesia, Kharisma Evi Tiarani dalam ajang World Para Athletics di Kobe Universiade Memorial Stadium, Kobe, Jepang (21/5/2024). (Foto: NPC Indonesia)
Para sprinter Indonesia, Kharisma Evi Tiarani dalam ajang World Para Athletics di Kobe Universiade Memorial Stadium, Kobe, Jepang (21/5/2024). (Foto: NPC Indonesia)

Dengan penampilan yang tetap mengenakan kerudungnya, para sprinter Kharisma Evi Tiarani berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang Kejuaraan Para Atletik Dunia 2024 di Kobe, Jepang pada Selasa (21/5/2024).

Dirinya sukses meraih juara di nomor lari 100 meter T63 sekaligus memecahkan rekor baru, yakni berhasil finish dengan catatan waktu 14,65 detik.

Sebelumnya, pada ajang yang diselenggarakan di Uni Emirat Arab (UEA) tahun 2019 lalu, Kharisma Evi Tiarani juga berhasil meraih juara dengan rekor catatan waktu 14,72 detik. Rekor di UEA itu kini telah ia pecahkan dengan rekor terbarunya di Jepang.

Dengan gelar juara terbarunya di Jepang, itu artinya Evi telah menambah satu slot lagi bagi tim Indonesia pada ajang Paralimpiade di Paris, Agustus mendatang. Sebab sebelumnya dirinya telat lolos kualifikasi Paralimpiade melalui jalur lainnya.

| Baca Juga: Debut Pertama, Atlet Kriket Putri Indonesia Cetak Rekor Dunia

Punya Segudang Prestasi

Selain prestasi tersebut, Evi diketahui telah berkali-kali memenangi kompetisi baik di kancah nasional hingga internasional.

Bahkan, di awal debutnya sebagai atlet, Evi langsung memenangi turnamen Pekan Paralimpiade Pelajar Daerah di tahun 2014. Dalam turnamen itu, dirinya berhasil menyabet emas di nomor 100 meter T42.

Tak gampang puas dengan capaiannya, prestasi Evi itu terus ditingkatkan seiring berjalannya waktu. Terbukti, pada ajang Pekan Paralimpiade Nasional 2016 yang digelar di Jawa Barat, Evi sukses memborong 2 media emas. Itu dia dapat dari nomor lari 100 meter dan lompat jauh.

Tak hanya berhenti di sana, prestasi wanita 23 tahun itu pun masih terus meningkat hingga sampai ke kancah internasional. Hal itu ia raih ketika mengikuti ajang Asian Para Games (APG) 2018 di Jakarta.

| Baca Juga: Remaja India Pecahkan Rekor Dunia Menyanyi dalam 140 Bahasa

Pada ajang itu ia sukses membawa pulang 2 medali emas dan perunggu. Setelah berhasil menjadi juara pertama di nomor lari 100 meter T42 serta meraih juara kedua di nomor lompat jauh putri.

Lalu pada 2019, Evi kembali menegaskan posisinya dengan menjadi juara nomor 100 meter putri di ajang Para Atletik Dunia yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Bukan hanya juara, ia bahkan menorehkan rekor dunia baru dengan mencatatkan waktu 14,72 detik di nomor 100 meter putri.

Catatan rekor yang ia dapat di Dubai itu sekaligus memecahkan rekor yang ia ciptakan sendiri di ajang Handisport Paris Open dengan catatan waktu 14.90 detik.

Lalu, seperti yang diketahui bersama, wanita asal Boyolali itu sekali lagi menegaskan dirinya sebagai juara dunia. Ia mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional dengan kembali memecahkan rekor yang dibuatnya sendiri di UEA, dalam ajang kejuaraan dunia di Jepang.

| Baca Juga: Belum Debut Solo, Jisoo ‘BLACKPINK’ Sudah Cetak Rekor Baru

Menjadikan Kemenangan Sebagai Motivasi Baru

Pencapaian yang dibuat oleh Evi itu tentu menuai pujian dari berbagai pihak. Itu salah satunya datang langsung dari sang pelatih Purwo Adi Sanyoto.

”Tentu ini sangat luar biasa sekali hasil yang diraih Evi. Ini membuatnya menjadi juara dunia dalam nomor 100 meter T63. Tentunya, ini merupakan gelar juara dunia Evi yang kedua setelah di Dubai pada 2019,” kata Pelatih Para Atletik Purwo Adi Sanyoto.

Tak mau puas dengan prestasi yang didapatnya, atlet binaan National Paralympic Committee (NPC) itu  mengatakan jika kemenangannya bakal menjadi motivasi untuk mencatatkan waktu yang lebih baik lagi di turnamen berikutnya.

| Baca Juga: Dapat Rekor MURI, Deddy Mizwar Dedikasikan untuk Istri

”Ini menjadi motivasi untuk bisa membuat catatan waktu yang lebih baik ke depannya. Rencana selanjutnya adalah menyiapkan diri untuk berlaga di Paralimpiade 2024 di Paris,” ujar Evi saat berbicara mengenai rekor yang dicapainya.

Sebagai informasi, Evi merupakan atlet kelahiran 19 Januari 2001. Wanita yang lahir di Boyolali, Jawa Tengah itu terlahir dengan gangguan perbedaan panjang kaki. Evi pun diketahui telah mengikuti ajang olahraga para-atletik sejak tahun 2014 di Pusdiklat Jawa Tengah. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here