Filosofi Kursi dan Tubuh Manusia Jadi Pembuka Road to Artjog 2024

ROAD TO ARTJOG 2024: Performa Kinestetik, karya seniman Zulfian Amrullah yang ditampilkan di Galeri Salihara, Pasar Minggu, Jakarta. (Foto: Agnes/Nyata)
ROAD TO ARTJOG 2024: Performa Kinestetik, karya seniman Zulfian Amrullah yang ditampilkan di Galeri Salihara, Pasar Minggu, Jakarta. (Foto: Agnes/Nyata)

Artjog mampir ke Jakarta. Helatan pameran tahunan seni rupa yang digelar di Jakarta ini, untuk pertama kalinya, menyapa publik seni rupa Jakarta di Galeri Salihara, Pasar Minggu, lewat tema ‘Performa Kinestetik’.

Di gelaran kali ini, hadir karya Zulfian Amrullah, seorang arsitek, perupa, dan pengarah artistik. Setelah banyak berkarya dengan bentuk dan fungsi kursi, kali ini Zulfian mengeksplorasi berbagai persepsi indrawi, pengadeganan, dan gerakan.

Dia juga bereksperimen terhadap peluang narasi yang terus dibangun dari sebuah peristiwa seni. Jadilah satu ruangan yang penuh dengan aneka kursi, beragam bentuk, dalam formasi instalasi yang masif.

| Baca Juga: Madonna Hadiri Pameran Seni Putranya, Rocco Ritchie

Dialog atas pengalaman tubuh dalam karya instalasi masif ini juga diperkuat lewat pertunjukan tari yang dibawakan oleh Siska Aprisia, penari dan koreografer asal Sumatera Barat yang sudah kerap berkolaborasi lintas disiplin.

Suasana Galeri Salihara, Pasar Minggu dalam acara Road to Artjog 2024. (Foto: Agnes/Nyata)

Pada pameran kali ini, melalui karya instalasi kursi, Zulfian mencoba mengutak-ngatikkan bentuk kursi yang dilekatkan dengan tubuh manusia. Melalui proses berkarya selama 10 tahun terakhir dengan obyek itu, Zulfian ingin menghadirkan bentuk lain dari kursi yang menyerupai manusia tanpa wajah.

“Karena kursi tidak punya wajah, saya menghilangkan ekspresi itu. Jadi ekspresinya dari bentuk kursi. Sisi imajinasinya di situ ada gerak terbatas tapi ada kemampuan tubuh kursi yang saya utak-atik. Mencoba memantulkan apa yang biasanya dilakukan oleh manusia,” tambah Zulfian.

Dua hari pertunjukan, Sabtu dan Minggu (20-21 April 2024) dianggap cukup bagi Road to Artjog 2024 menyapa publik Jakarta. Adapun pamerannya akan berlangsung hingga 30 April 2024.

| Baca Juga: Aktor Senior Donny Kesuma Meninggal Dunia

Pada 2023 lalu, Artjog menggandeng Hendro Wiyanto, kurator dan penulis berbasis di Jakarta, menjadi anggota tim kurator hingga tahun 2025 mendatang.

Para seniman dan penggagas Artjog 2024. (Foto: Agnes/Nyata)

Hendro menghadirkan ‘Motif’ bukan sebagai tema pameran, melainkan sebuah penawaran bagi para seniman untuk ditafsirkan, dimana Artjog akan memadukan ide-ide pola karya para seniman, sekaligus mengajak mereka mengungkapkan maksud dan motivasi di balik karya-karyanya.

Setelah Motif: Lamaran di tahun lalu, kini Artjog mengangkat tajuk Motif: Ramalan pada penyelenggaraannya di bulan Juni mendatang. Tema ini mengajak seniman berkelindan di antara pengetahuan sejarah masa lalu dan ‘ramalan’ atas masa depan yang selalu penuh kemungkinan, mengimajinasikan peristiwa dan ‘sejarah’ masa depan.

Sekadar informasi, Artjog 2024 akan berlangsung selama 65 hari pada 28 Juni–1 September 2024 di Yogyakarta. Pada tahun ini, tema yang diambil adalah Motif: Ramalan. Pameran ini menghadirkan program baru dengan adanya Road to Artjog. Road to Artjog yang menjadi program pra pameran. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here