Kronologi Siswi SMP Dilecehkan Ayah, Kakak dan Dua Pamannya di Surabaya

Foto: Dok. Freepik

Satu keluarga yang terdiri dari ayah PE (43), kakak MA (17), Paman I (43) dan JW (49) tega mencabuli seorang siswi SMP berinisial B (13) yang masih memiliki hubungan darah dengan mereka. Kini, para pelaku sudah ditangkap dan ditetapkan menjadi tersangka oleh Polrestabes Surabaya.

Kejadian memilukan ini tentu membuat publik tercengang. Bagaimana bisa anggota keluarga yang seharusnya memberi perlindungan, malah menjadi pelaku pelecehan anak di bawah umur. Kejadian ini sangat disesalkan oleh anggota keluarga lain, salah satunya Bibi korban berinisial SN (41).

SN menjelaskan bila korban B tinggal bersama ayah, ibu, kakak dan dua pamannya di rumah dua lantai, Kecamatan Tegalsari, Surabaya. Pelecehan ini terjadi ketika ibu korban berinisial AR, sedang dirawat di rumah sakit karena stroke ringan.

Baca Juga: Pilu! Deretan Kasus Anak yang Tewas Dianiaya Orangtua Sepanjang 2023

Korban yang ditinggal sendirian di rumah, menjadi target pelecehan oleh bapak, kakak dan kedua pamannya. Lebih teganya lagi, bapak dan kakaknya sampai hati menyetubuhi koban di dalam kamar lantai dua rumahnya.

Mengutip Kumparan, korban mengadu ke ibunya tentang perbuatan hina dari keempat anggota keluarganya itu. Sepulang dari rumah sakit, mereka pun akhirnya melapor ke polisi.

Usai kejadian ini, korban mengalami trauma yang mendalam. Korban yang masih siswi SMP ini dan ibunya, memutuskan untuk tinggal di rumah neneknya di kawasan, Kenjeran, Surabaya.

“Hewan pun enggak akan tega, kalau seperti itu kan lebih rendah dari binatang,” ujar bibi korban berinisial SN.

“Saya tahu pas ibunya lapor ke polisi. Terus langsung kebongkar. Kamis itu ibunya sakit, Jumat langsung di jemput (korban) nginep tempat kerabatnya di Rusunawa,” imbuhnya.

“Keluarga pasti malu kan aib keluarga saya, empat laki semua. Itu masih ada sambung darah, saya sesalkan,” jelasnya.

Baca Juga: Motif Dibalik Sekeluarga Bunuh Diri di Malang, Karena Hutang?

Usai ditetapkan sebagai tersangka, keempat pelaku terancam dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Akibat perbuatannya, empat pelaku disangkakan dengan Pasal 81 dan atau 82 UU RI No.17 Tahun 2016 tentang persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ucap Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono, Senin (22/1/2024). (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here