Nico, Anak Usia 12 Tahun di Argentina Bangun Sekolah Gratis

Nico bersama dengan neneknya. Foto: Dok. Clarin
Nico bersama dengan neneknya. Foto: Dok. Clarin

Leonardo Nicanor Quinteros atau biasa dipanggil Nico yang kini berusia 18 tahun adalah seorang anak asal Argentina yang mendirikan sekolah untuk anak-anak yang kurang mampu.

Nico mendirikan sekolahnya sendiri saat usianya baru 12 tahun yang berlokasi tepat di sebelah rumah neneknya. Sekolah tersebut bernama ‘Escuela Patria Unidad’.

Nico sendiri memang memiliki kecintaan tinggi akan dunia pendidikan. Pada suatu hari, ia prihatin melihat teman-temannya yang berjuang untuk tetap bisa sekolah, dan anak-anak lain yang terlalu banyak bermain di jalanan dan mengabaikan pendidikan.

Miris akan hal tersebut, Nico kemudian memutuskan untuk melakukan sesuatu. Ia meminta izin pada neneknya, Ramona, untuk membuka sekolah sendiri dan membangun sekolah di sebelah rumah si nenek di kota Las Piedritas, Argentina.

| Baca Juga : Misteri Hilangnya Sherri Papini, Mantan Suami Akhirnya Buka Suara

Setelah resmi mendirikan sekolah sendiri, Nico bergerak langsung menjadi guru sekaligus kepala sekolah. Uniknya, sekolah milik Nico ini tak hanya mengajari anak-anak tapi juga beberapa orang dewasa yang ingin belajar.

Selama menjalankan sekolahnya, Nico sama sekali tidak memungut biaya apapun. Siapapun yang ingin belajar bisa bergabung secara gratis.

Nico saat mengajar sebagai guru di sekolah miliknya. Foto: Dok. Clarin
Nico saat mengajar sebagai guru di sekolah miliknya. Foto: Dok. Clarin

Karena menyediakan pendidikan gratis, bangunan sekolah Nico di Argentina hanya berukuran kecil dan dibagun dari batu bata. Namun pembangunannya dibantu oleh tetangga dan organisasi yang kagum dengan ide Nico.

Meski tak selayak sekolah pada umumnya, sekolah milik Nico tetap memiliki fasilitas seperti bangku, loker, perpustakaan kecil, papan tulis, bahkan juga terdapat bel yang digunakan untuk penanda waktu istirahat para murid.

| Baca Juga : Agak Lain, Wanita Muda di Kolombia Pacari 7 Pria Tua Sekaligus

Selain karena dedikasinya yang tinggi pada pendidikan anak yang kurang mampu, yang lebih mengesankan dari Nico adalah usahanya dalam membagi waktu antara jadwal sekolah dan jadwal ia mengajari murid-murid di sekolahnya.

Diketahui bahwa rumah Nico dan sekolah miliknya berjarak 20 menit. Setiap hari, setelah pulang sekolah di siang hari, Nico menaiki sepeda pulang-pergi dari rumah nenek ke rumahnya tak peduli meski cuaca sedang panas, hujan, atau bahkan bersalju. Bahkan kadang Nico juga membuka kelas di malam hari bagi murid-muridnya yang mengalami kendala waktu.

Ramona, nenek dari Nico bahkan mengaku kagum dengan cucunya sendiri. “Dia tidak pernah melewatkan sekolah, dia luar biasa. Aku tidak bisa percaya apa yang dia lakukan,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here