Akibat Badai Hebat, Puluhan Orang Meninggal di Amerika Tengah

Pohon besar tumbang akibat hujan beserta badai yang menerjang di San Salvador, El Savador, Kamis (20/6). (Foto: Reuters/Jose Cabezas)
Pohon besar tumbang akibat hujan beserta badai yang menerjang di San Salvador, El Savador, Kamis (20/6). (Foto: Reuters/Jose Cabezas)

Hujan yang disertai badai hebat menerjang wilayah negara-negara di Amerika Tengah pekan ini. Setidaknya 30 warga meninggal dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi setelah badai dan hujan lebat yang berturut-turut melanda wilayah tersebut.

Menurut para pejabat setempat, hujan lebat yang terus-menerus itu telah membuat sungai meluber dan menghancurkan rumah-rumah di daerah tersebut, hingga memicu tanah longsor yang memutus akses di seluruh daerah yang terdampak.

Di Salvador, pihak berwenang mengatakan bahwa bencana alam tersebut telah menyebabkan sebanyak 19 warga tewas hingga Jumat (21/6). Di antara belasan warga yang tewas, mereka menyebut terdapat 6 anak-anak di antaranya, dengan lebih dai 3.000 warga masih tinggal di penampungan sementara.

“Kita harus menyelamatkan nyawa banyak orang. Barang-barang dan material datang dan pergi, tapi sekarang kita harus fokus untuk melindungi kehidupan,” kata kepala badan perlindungan sipil El Savador, Luis Amaya, Dikutip oleh Reuters.

| BACA JUGA : Papua Nugini Longsor, 2.000 Orang Terkubur Hidup-hidup

Di wilayah Guatemala, pada Jumat lalu pihak berwenang melaporkan, bahwa terdapat 10 orang tewas di negara tersebut dan hampir 11.000 orang harus dievakuasi akibat badai hebat. Sementara itu, 380 orang masih berada di penampungan di negara tersebut. Dengan 300 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan parah dan 4 jembatan hancur, sehingga memutus akses di daerah terdampak.

Di negara tetangga, Honduras, kematian akibat cuaca ekstrem telah menimbulkan 1 korban jiwa, dan sebanyak 1.200 warga harus dievakuasi. Pejabat setempat menyebut, hujan yang disertai badai hebat telah memutus aliran listrik di 180 wilayah dan menghancurkan setidaknya 22 rumah.

Jalanan dipenuhi bebatuan yang tersapu hujan lebat pasca badai tropis Alberto, di Santa Catarina, Meksiko, Jumat (21/6). (Foto: REUTERS/Daniel Becerril)
Jalanan dipenuhi bebatuan yang tersapu hujan lebat pasca badai tropis Alberto, di Santa Catarina, Meksiko, Jumat (21/6). (Foto: REUTERS/Daniel Becerril)

Sementara di Meksiko, Otoritas perairan Conagua mengeluarkan peringatan terkait kecepatan angin yang mencapai 70 kilometer per jam, serta gelombang air setinggi 3 meter di sekitar Teluk dan wilayah Karibia. Mereka juga memperingati, bahwa angin kencang yang sama di sisi Pasifik dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya tornado.

| BACA JUGA : Panas Ekstrem di India Capai 52,9 Derajat Celcius, Banyak Siswa Dilaporkan Pingsan

Pusat Badai Nasional Amerika Serikat menjelaskan, bahwa hujan yang disertai badai hebat di wilayah negara-negara Amerika Tengah itu disebabkan oleh interaksi saluran-saluran bertekanan rendah di sebagian besar negara tersebut. Serta palung monsun yang menarik udara laut yang lembab dari jauh ke Pasifik Utara, yang dipicu oleh sisa-sisa badai Alberto (badai tersebut).

Badai Alberto telah menyebabkan sedikitnya empat kematian saat melewati timur laut Meksiko pekan ini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here