Malam Pencabut Nyawa, Film Horor Penuh Teror dan Darah

Salah satu sosok karakter yang ada dalam film Malam Pencabut Nyawa (Foto: Youtube Cinema 21)
Salah satu sosok karakter yang ada dalam film Malam Pencabut Nyawa (Foto: Youtube Cinema 21)

Film horor berjudul Malam Pencabut Nyawa telah resmi tayang di bioskop Tanah Air pada Rabu, 22 Mei 2024. Film ini diarahkan oleh Sidharta Tata, pria yang sebelumnya telah sukses menyutradarai film bergenre sama berjudul Menjelang Maghrib (2023).

Selain itu, film Malam Pencabut Nyawa merupakan kolaborasi dari dua rumah produksi, yakni antara Base Entertainment dengan Barunson E&A. Menariknya, Barunson E&A merupakan rumah produksi yang menggarap film populer Korea Selatan berjudul Parasite (2019).

Nah, film Malam Pencabut Nyawa mengangkat kisah seorang remaja bernama Respati (Devano Danendra) yang memiliki kemampuan aneh. Ia dapat memasuki mimpi orang lain hanya dengan menyentuh orang tersebut.

| Baca Juga: Teaser Poster dan Trailer Film Horor Temurun Resmi Dirilis

Respati awalnya didiagnosis mengidap insomnia lantaran mengalami gangguan tidur dan sering terbangun di tengah malam. Hingga akhirnya diketahui, jika insomnia yang dialaminya itu ternyata disebabkan karena dirinya dihantui oleh mimpi buruk terkait kedua orang tuanya yang dibunuh oleh sekelompok perampok.

Mimpi buruk yang terus dialami oleh Respati itu tidak hanya menghantuinya selama tidur, tetapi juga sampai mengganggu kehidupannya sehari-hari. Dirinya kerap didatangi oleh arwah kedua orang tuanya yang muncul dalam wujud menakutkan.

Selain itu, di tempat lain juga telah terjadi kasus pembunuhan misterius yang tidak diketahui penyebabnya. Para korban ditemukan dalam kondisi seperti tercekik atau dicakar, namun tidak diketahui siapa pelakunya. Karena tak mengetahui penyebabnya, para keluarga dan warga pun menduga hal tersebut sebagai perbuatan makhluk halus.

| BACA JUGA: Kasus Vina Cirebon Viral Usai Difilmkan, Ciri-ciri Pelaku Buron Terungkap

Respati yang memiliki kemampuan khusus itu dapat melihat peristiwa sehari sebelumnya, yakni ketika para korban tersebut dibunuh. Peristiwa itu ia saksikan menggunakan kemampuannya melihat peristiwa melalui alam mimpi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here