Kasus Lama Tamara Tyasmara dengan Mantan Suami Kembali Diusik

Foto: Dok. Detik.com

S ementara kasus kematian putranya belum selesai, kasus lama kembali terangkat. Namun Tamara Tyasmara tak ingin membahas kasus penganiaan yang dilakukan mantan suaminya, Angger Dimas pada 2021 silam itu. Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Menteng, Jakarta Pusat.

Tamara Tyasmara menegaskan, saat ini ia bersama kuasa hukumnya sedang fokus pada kasus kematian putranya, Dante yang dilakukan mantan kekasihnya, Yudha Arfandi.

“Sudah lama sekali, aku sudah nggak ingat kasus itu, kejadian tahun 2021, sudah lama terjadi. Aku sudah nggak ingat,’ ucap Tamara, seusia menjalani pemeriksaan tambahan untuk melengkapi BAP di Polda Metro Jaya, Rabu (21/2/2024).

| Baca Juga: Kemal Palevi Minta Maaf Usai Sindir Perceraian Ria Ricis

Penganiyaan itu terjadi saat mereka merayakan ulang tahun Dante. Waktu itu terjadi cek-cok antara dirinya dengan Dimas, yang kemudian berakhir dengan pemukulan. Tamara mengaku, Dante tidak terkena imbas dari kejadian tersebut.

“Dante memang ada disitu, tapi Dante enggak kena kok. Dia cuma lihat,” kata Tamara.

Tamara kembali menegaskan bila dirinya tak ingin membahas kasus tersebut. Saat ini ia dan keluarga fokus mengawal kasus kematian Dante.

“Benar, tapi itu sudah lama sekali. Awal lapor di 2021, terus November 2023 dilanjut lagi laporannya,” ucap Tamara. “Aku dan keluarga sedang fokus  kasus kematian Dante. Aku mau mengawal kasus Dante saja,” lanjutnya.

| Baca Juga: Jalani Operasi Kanker di Singapura, Alice Norin: Seperti Diberi Mukjizat

Tamara Tyasmara menjalani pemeriksaan tambahan untuk melengkapi BAP, ia juga sudah menyerahkan bukti tambahan lain berupa foto-foto.

Ketika ditanya benarkah ia pernah mengalami kekerasan selama pacaran dengan Yudha, Tamara tak ingin menangapi. “Sudah memberi keterangan pada penyidik, nanti polisi saja yang menjelaskan,” katanya.

| Baca Juga: Teori Konspirasi di Balik Hubungan Taylor Swift dan Travis Kelce

Sementara Ristya Aryuni juga diminta keterangan. Ibunda Tamara itu cecar 11 pertanyaan. Ristya mengatakan, perbuatan Yudha sangat melukai perasaannya. Dia berharap Yudha dihukum seberat-beratnya. “ Dia harus mendapat hukuman yang seberat-beratnya,” ujarnya.

Ristya melanjutkan, dia sudah menceritakan semua yang diketahui dari awal sampai akhir. “Sudah saya jelaskan semua, sangat detil,” ucap Ristya.

Sandy Arifin kuasa hukum Tamara Tyasmara mengatakan, dia tak berkenan membocorkan materi penyidikkan karena sudah menyangkut ranah hukum. “Tadi ada satu dua tambahan pertanyaan untuk Tamara,” kata Sandy Arifin. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here