Bocah 7 Tahun Tewas Terkubur di Lubang Galian Sendiri

Foto: Dok. Facebook

Seorang bocah perempuan berusia 7 tahun asal US, meninggal dunia terkubur di lubang pasir pantai yang ia gali sendiri. Kejadian naas ini terjadi di sebuah pantai di Florida, dimana bocah perempuan itu dan kakak laki-lakinya sedang asyik bermain pasir pantai bersama.

Saat kedua anak itu sedang bermain di dalam lubang yang mereka gali, tiba-tiba terjadi tanah longsor dan mereka langsung terkubur di sana. Melihat kejadian ini, para saksi mengaku banyak pengunjung pantai yang langsung menolong kedua bocah itu.

Sayangnya, ayah dan ibu mereka sedang pergi ke Fort Wayne, Indiana saat peristiwa tragis itu terjadi.

Baca Juga: Ngeri! Ed Sheeran Siapkan Kuburan di Belakang Rumah

Beberapa orang berlutut dan menggali pasir dengan tangannya. Sementara yang lain, menyanggah dinding pasir untuk mengantisipasi longsor terulang kembali.

Para saksi harus berjuang mengeluarkan dua saudara itu yang terkubur di lubang kedalaman sekitar 182 cm. Anak laki-laki tersebut terkubur sampai dadanya, sementara adiknya terkubur sepenuhnya.

Gadis kecil itu bernama Sloan Mattingly. Sayangnya, nyawanya tak tertolong usai terkubur hidup-hidup selama kurang lebih 20 menit. Sementara kakaknya, Maddox, berhasil selamat dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Kini kondisinya mulai membaik.

Baca Juga: Bikin Nangis! Ini Kisah-Kisah dari Erupsi Gunung Semeru. Ada yang Sekeluarga Terkubur Abu Vulkanik

Kepergian Sloan membuat keluarga dan teman-temannya syok. Pihak sekolah mereka di Indiana, Lafayette Meadows Elementary School, mengeluarkan pernyataan yang berisi ungkapan duka untuk mengenang kepergian gadis cantik itu.

“Dengan berat hati saya menulis ini untuk memberi tahu Anda bahwa kami kehilangan anggota keluarga sekolah Lafayette Meadows yang berharga. Sloan Mattingly adalah siswa kelas 1 yang cerdas, manis dan penyayang di kelas Ibu Vanbrocklin. Sloan meninggal dunia pada hari Selasa. Kami akan berbicara dengan kelas Ibu Vanbrocklin, serta kelas Ibu Kilbourne, karena saudara laki-laki Sloan adalah anggota kelas tersebut,” bunyi pernyataan yang dikeluarkan sekolah.

Pihak sekolah juga mengatakan bila keluarga meminta privasi selama masa berduka ini.

“Tolong jaga keluarga Mattingly dalam pikiran dan doa Anda. Mereka telah meminta privasi saat ini. Kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut yang ingin disampaikan oleh keluarga,” imbuhnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here