Dokter Tirta Ungkap Bahan Berbahaya dalam Mie Instan

Dokter Tirta soal bahan berbahaya mie instan. (Foto: Instagram)
Dokter Tirta soal bahan berbahaya mie instan. (Foto: Instagram)

Dokter Tirta belakangan ini mengungkap beberapa fakta mencengangkan terkait bahaya mie instan. Salah satu makanan instan favorit masyarakat tanah air.

Rasa gurih, dan cara pembuatannya yang begitu cepat membuat mie instan menjadi pilihan tatkala malas memasak atau sedang sibuk. Dipadukan dengan telur, cabai rawit dan kornet hingga sayuran, membuat mi instan dianggap semakin menggugah selera.

Dokter Tirta menuturkan yang patut diperhatikan dari kemasan mie instan yaitu bukanlah mie-nya, melainkan bumbunya.

Sebab, bumbu mie instan mengandung garam atau natrium mencapai 80 persen dari kebutuhan gizi harian.

| Baca Juga: Atasi Masalah Jantung, Dokter Tirta: Awali Jalan Kaki 5 Ribu Langkah per Hari

Diketahui garam memiliki kandungan natrium 1 gram, sedangkan tubuh hanya butuh 1,5 gram natrium per hari.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang salah persepsi mengenai mie instan. Dia menyebut mie sendiri terbuat dari gandum yang baik untuk kebutuhan energi seseorang.

Tapi seharusnya, masyarakat lebih peka terhadap kandungan garam atau natrium dalam bumbu mi instan tersebut.

“Sebenarnya makan mie instan sering tiap hari enggak bermasalah. Yang bermasalah adalah kalau makan bumbunya banyak, makanya mi instan selalu dikonotasikan makan satu kurang, makan dua kebanyakan. Nah yang lucu kalau mi instan jumbo, kamu cek kebutuhan itu persis sama kebutuhan natrium harian,” katanya, dikutip Jumat (21/6).

| Baca Juga: Pengakuan Dokter Tirta Hampir Meninggal Karena Olahraga Berlebihan

Dokter Tirta menjelaskan, konsumsi natrium yang berlebihan bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti darah tinggi.

Masalah darah tinggi ini, kata dia mungkin tidak akan muncul saat itu juga, melainkan dalam jangka panjang.

“Kalau kelebihan natrium akibatnya apa? Pasti akan dibuang lewat pipis. Tapi kalau secara terus-terusan selama bertahun-tahun akan terakumulasi dan natrium akan menyebabkan darah tinggi. Tekanan natrium itu sifatnya menarik air, jadi proses yang terjadi (darah tinggi) tidak sekarang tapi bertahun-tahun,” ujarnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here