Pijat Bayi Tak Boleh Sembarangan, Perhatikan Hal Berikut Ini

Ilustrasi pijat bayi. (Foto: Freepik)
Ilustrasi pijat bayi. (Foto: Freepik)

Stimulasi pijat bayi memberikan manfaat tersendiri pada tumbuh kembangnya. Namun, melakukan pijatan tidak boleh dilakukan sembarangan. Sebab, bayi memiliki kondisi tubuh yang rentan dan sensitif.

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), stimulasi pijat bayi memiliki beberapa istilah. Yaitu, stimulasi sentuh, pijat bayi, baby massage, infant massage, dan lain-lain.

Bayi yang mendapat stimulasi pijat dapat membantu tumbuh kembang dengan baik. Sebab, melalui pijatan terdapat juga stimulasi raba, gerak, dan kombinasi stimulasi lainnya. Idealnya, dilakukan selama 15 menit dengan suasana yang nyaman dan menyenangkan.

| Baca Juga: 3 Masalah Kesehatan Pada Balita. Orang Tua Wajib Tahu!

Stimulasi pijat bisa diberikan secara rutin. IDAI menyebut, tidak ada batasan baku mengenai frekuensi pemberian pijatan per hari. Namun, sebaiknya bisa dilakukan tiga kali sehari.

Nah, yang tidak kalah penting adalah teknik pemijatannya. Pada bayi baru lahir apalagi belum lepas tali pusar, teknik pemijatannya harus dilakukan pemeriksaan terlebih dulu oleh tenaga kesehatan.

Tujuannya, untuk mengetahui apakah bayi boleh mendapatkan pijatan atau tidak.

Bayi yang boleh mendapatkan pijatan, maka teknik pemijatan juga bervariasi. Pemijatan bisa meliputi seluruh bagian tubuh bayi. Meski begitu, memberikan pijatan pada bayi tidak boleh sembarangan. Sebab, bagian-bagian tubuh bayi masih sangat rentan.

| Baca Juga: Para Bayi Sultan Ngumpul! Intip Potret Kebersamaan Anak Nagita, Lesti, dan Aurel yang Bikin…

Selain itu, ada waktu-waktu tersendiri yang boleh dan tidak boleh melakukan stimulasi pijat. IDAI menjelaskan, sebaiknya stimulasi pijat jangan dilakukan setelah minum susu atau makan.

Lainnya, hindari melakukan stimulasi pijat saat bayi lapar, ataupun saat menunjukkan tanda-tanda enggan dipijat. Tidak kalah penting, hindari saat bayi sedang sakit. Untuk kondisi ini, sebaiknya periksakan dulu bayi ke tenaga kesehatan sebelum melakukan pijatan.

Sejauh ini, stimulasi pijat aman dilakukan. Dengan catatan, orang tua atau tenaga pemijat selalu melihat respon bayi. Dengan kata lain, jika bayi menunjukkan tanda-tanda enggan dipijat, sebaiknya jangan diteruskan pemijatannya.

| Baca Juga: Tangkal Penuaan Dini dengan Cara Pijat dan Herbal

Lakukan stimulasi pijat dalam suasana nyaman pada bayi. Juga, jangan membangunkan bayi dari tidur hanya untuk dipijat.

Tidak kalah penting, berikan stimulasi pijat dengan menambahkan stimulasi multimodal. Seperti memperdengarkan lagu, mengajak anak berbicara, memberikan stimulasi visual, dan sebagainya. Tentu, dengan menjaga kondisi nyaman pada bayi. (puj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here