Putra Mantan CEO YouTube Meninggal Karena Overdosis?

Foto: Dok. HOLLIE ADAMS/BLOOMBERG VIA GETTY

Marco Troper, putra mantan CEO YouTube, Susan Wojcicki, dikabarkan meninggal dunia di usianya yang ke-19 tahun. Marco merupakan mahasiswa baru di kampus UC Berkeley. Ia ditemukan tak bernyawa di kamar asramanya pada Selasa (20/2) sore waktu setempat.

Kabar duka ini telah dikonfimasi pihak kampus kepada People. Marco sempat mendapatkan pertolongan dari petugas pemadam kebakaran, sebelum akhirnya polisi datang di tempat kejadian. Namun naas, nyawanya tidak dapat tertolong.

Pihak kampus menyatakan, bila penyebab Marco meninggal sampai saat ini masih belum diketahui. Namun dari hasil penyelidikan polisi sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.

Baca Juga: Aktor Christian Oliver dan Putrinya Meninggal Kecelakaan Pesawat

Di lain sisi, nenek Marco Troper, Esther Wojcicki, percaya bila cucunya meninggal karena overdosis. Seluruh keluarganya tahu bila mahasiswa Barkeley itu memang sedang mengkonsumsi obat tertentu.

“Dia menelan obat dan kami tidak tahu apa isinya. Satu hal yang kami (keluarga) tahu, itu adalah obat,” ujar Esther Wojcicki kepada SFGATE.

Esther juga menggambarkan bila cucunya itu adalah anak yang penyayang dan jenius matematika.

“Dia adalah segala sesuatu yang anda harapkan dari seorang putra dan cucu. Dia ditakdirkan untuk membuat perbedaan, ini sangatlah memilukan,” imbuhnnya.

Baca Juga: Kronologi Meninggalnya Anak Tamara Tyasmara yang Tragis

Dalam unggahannya di Facebook, Esther mengatakan bila seluruh keluarga besarnya sangat terpukul dengan kepergian putra mantan CEO YouTube tersebut.

“Marco adalah manusia yang paling baik, penyayang, cerdas, menyenangkan, dan cantik. Dia baru saja memulai [kuliah] di semester kedua di tahun pertamanya di UC Berkeley dengan mengambil jurusan matematika dan sangat menyukainya,” bunyi postingan Esther Wojcicki.

“Hidup Marco terlalu singkat. Dan kami semua sangat terpukul, memikirkan semua kesempatan dan pengalaman hidup yang akan dia lewatkan dan kami rindukan bersama. Marco, kami semua mencintaimu dan merindukanmu lebih dari yang kamu tahu,” pungkas penulis buku How to Raise Successful People itu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here