Polisi Ungkap Kebenaran di Balik Kematian Tragis Gamers Fat Cat

Kebenaran di Balik Kematian Fat Cat. Foto: Dok. Kbizoom
Kebenaran di Balik Kematian Fat Cat. Foto: Dok. Kbizoom

Kisah tragis kematian gamers asal Tiongkok, Fat Cat ternyata memulai babak baru. Seorang pemuda 21 tahun bernama Liu, ditemukan tewas bunuh diri dengan melompat ke Sungai Yangtze di Chongqing pada awal April lalu. Kisah pemuda ini pun viral di media sosial dan mendapatkan banyak sorotan dari warganet China bahkan dunia.

Pada waktu itu, saudara perempuan Fat Cat, mengklaim adiknya telah mengirimkan sejumlah uang kepada pacarnya bernama Zhu. Nominal yang dikirimkan Fat Cat pun tak main-main, sampai membuatnya harus berhemat untuk makan.

Kasus ini menjadi makin besar, berkat dorongan dari warganet untuk pihak berwajib segera menyelesaikannya. Sampai pada akhirnya, polisi memberikan beberapa fakta usai melakukan penyelidikan.

| Baca Juga: Kisah Pilu Fat Cat, Gamer China yang Bunuh Diri Usai Diputus Pacar

Foto: Dok. Kbizoom

Pertama, keluarga Fat Cat dan Zhu mengakui keduanya memang menjalin sebuah hubungan. Mereka mulai dekat dari game online pada November 2021 lalu. Sampai pada akhirnya di awal tahun 2023, mereka sempat putus lalu balikan lagi.

Tak seperti isu yang beredar, Fat Cat dan Zhu hanya bertemu dua kali. Justru keduanya tinggal di kawasan yang sama. Fat Cat memutuskan pindah ke Chongqing dan menyewa sebuah apartemen di dekat rumah Zhu. Mereka hampir setiap hari berkencan.

Kedua, pada November 2023, Fat Cat dan Zhu sepakat untuk membuka toko bunga bersama. Gamers itu pun mentransfer kekasihnya $9.400 atau setara Rp150 juta untuk membuka toko impian mereka. Tak disangka, Fat Cat justru yang memutuskan Zhu setelah ia mengirimkan uang, lalu memblokirnya.

Di pagi hari pada tanggal 11 April 2024, Fat Cat mengirimkan pesan kepada Zhu berbunyi, “Kita sudah berakhir”. Lalu, Fat Cat melompat ke Sungai Yangtze. Polisi menemukan tubuhnya pada 23 April.

| Baca Juga: Fakta Kematian Selebgram Meli Joker, Bunuh Diri Disiarkan Live

Ketiga, setelah polisi meninjau riwayat transaksi antara Fat Cat dan Zhu. Ditemukan sejak mereka pertama kali berkencan, keduanya sering mengirimkan uang bergantian. Terhitung, Fat Cat mentransfer uang ke rekening Zhu sebanyak 317 kali dengan total keseluruhan mencapai $112.000 atau setara Rp1,7 miliar.

Sementara Zhu mentransfer uang ke Fat Cat sebanyak 179 kali, dengan total lebih dari $65.000 atau setara Rp1 miliar.

Penyelidikan polisi menunjukan, Zhu dan Fat Cat telah berkencan dengan terbuka selama lebih dari dua tahun. Mereka sudah bertemu dengan keluarga masing-masing dan mengungkapkan keinginan untuk menikah. Mereka sudah merencanakan masa depan bersama. Berita yang selama ini beredar salah. Zhu tidak mengarang, menyembunyikan atau menipu Fat Cat hanya demi uang.

| Baca Juga: Kebenaran di Balik Isu Bella Hadid Dipecat Dior Karena Dukung Palestina

Terakhir, pihak kepolisian akhirnya memutuskan untuk tidak membawa kasus ini ke jalur hukum. Mereka memberitahukan keputusan ini kepada saudara perempuan Fat Cat dan mereka pun setuju.

Kedua keluarga sudah melakukan mediasi dan sepakat bila Zhu akan mengembalikan uang yang ditransfer Fat Cat selama ini.

Terungkap pula, bila saat Fat Cat bunuh diri, saudara perempuannya dengan tergesa-gesa mempublikasi chat pribadi adiknya dengan Zhu, yang menyebabkan terbentuknya persepsi salah di media sosial.

Dari kasus ini, Zhu menjadi target kecaman publik, bahkan dicap sebagai wanita matre dan lesbian. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here