Maureen Hitipeuw Beri Semangat untuk Single Moms Indonesia

Foto: Istimewa

S ejumlah orang enggan meninggalkan zona nyamannya, dan berani mengejar mimpi, karena sejumlah alasan. Namun ada juga beberapa orang yang memiliki nyali, untuk mengejar hasrat dan kata hati dengan segenap risikonya.

Maureen Hitipeuw termasuk orang yang memiliki nyali, untuk mewujudkan mimpi dan menjalani hidup sesuai yang dia mau. Maureen mengatakan, bila ia pernah berada dalam ‘kotak’ menjadi ibu rumah tangga, saat masih tinggal di Amerika Serikat. Saat itu ia mengikuti suaminya yang bekerja di sana. Berjalannya waktu, pernikahan Maureen runtuh karena suami yang tak menepati janjinya.

Ia mengaku sempat berada di titik terendah, saat menghadapi kegagalan pernikahan. Saat berpisah dengan pasangan, dia mengaku sempat down. Kondisi itu jadi pemicu timbulnya postpartum depression dan merasa menjadi wanita yang gagal.

“Setelah berpisah, saya sempat merasa berada di titik terendah dalam hidup. Namun ternyata, keluarga terus membesarkan hati saya untuk coba lawan rasa takut itu, dan memutuskan untuk memulai sesuatu yang baru. Saya pun berpikir, apakah ini hidup yang saya mau?,” ujarnya di The St. Regis, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Maureen mulai bangkit. Membuka lembaran baru di Indonesia dan menjadi wanita karir yang kuat dari sebelumnya. Bahkan membangun komunitas Single Moms Indonesia pada 2014, dan saat ini merangkul 10.400 ibu tunggal.

Dengan mendirikan komunitas Single Moms Indonesia, Maureen bertemu dengan banyak perempuan yang memiliki pengalaman hidup sepertinya. “Melalui komunitas ini, kami berbagi pengalaman dan saling menguatkan satu sama lain, untuk bangkit dari kesedihan dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” kata Maureen.

Sosok Srikandi untuk Negeri ini juga bahkan sempat turun tangan langsung, menanggapi cerita-cerita yang masuk dari para ibu tunggal komunitas Single Moms Indonesia. Maureen pun menyoroti pentingnya perempuan saling dukung, dan tidak membandingkan satu sama lain, misalnya antara ibu bekerja dengan ibu rumah tangga.

Maureen mengatakan, bahwa terkadang ibu rumah tangga merasa tidak dianggap, sedangkan di sisi lain ibu bekerja merasa bersalah karena dianggap tidak peduli dengan anak. “Harusnya apa yang dipilih oleh perempuan, kita dukung aja walaupun itu mungkin bukan pilihan kita juga,” tandasnya.

| Baca Juga: Mark Zuckerberg Bangun Bunker Rahasia Rp.4.3 T di Hawaii

Menurut Irwan Tisnabudi, Digital Banking Head Bank BTPN, Maureen merupakan salah satu dari teman Jenius yang berani keluar dari ‘kotak’ mereka sendiri, untuk menjalani hidup yang diinginkan. Meski tidak mudah, tapi hidup yang dijalani jadi semakin bermakna. Apalagi saat bisa bermanfaat bagi orang sekitarnya.

“Dalam hidup, kita sering kali terperangkap dalam pola pikir sistematis, yang tanpa disadari membatasi potensi diri. Untuk mengajak masyarakat digital savvy (sebutan bagi individu yang beradaptasi dengan dunia digital) keluar dari pola pikir yang sama, kita menyerukan semangat Think Unthinkable. Pola pikir untuk melakukan sesuatu yang berbeda dan literasi yang lebih baik, merupakan keberanian untuk menghadirkan inovasi,” jelas Irwan.

Irwan berharap masyarakat Indonesia mampu keluar dari pola pikir atau pengkotak-kotakan paradigma sosial. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here