Djenar Maesa Ayu Sulit Pakai Mukena Saat Syuting Pemandi Jenazah

Foto: Dok. Visual Media Studio (VMS)

M ain film horor memang bukan kali pertama bagi Djenar Maesa Ayu. Namun keterlibatannya di film Pemandi Jenazah, memberinya tantangan tersendiri. Berperan sebagai Ibu Siti, ia harus melakoni banyak adegan sholat yang utuh, sementara dirinya non muslim.

“Tantangan luar biasa ya terlibat di film ini. Sebagai non muslim, aku harus akting sholat yang bukan sekedar sholat aja, tapi juga harus menghafal ayat-ayat,” jelas Djenar Maesa Ayu disela press screning film Pemandi Jenazah di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (15/2).

Wanita 51 tahun ini lahir dari orang tua yang berbeda keyakinan. Ayahnya, sutradara (alm) Sjumanjaja adalah seorang muslim, sedangkan ibunya, aktris Tutie Kirana adalah seorang Kristen.

“Aku lahir dari orang tua yang berbeda keyakinan, ayah muslim ibu kristen dan aku ikut keyakinan ibu. Jadi untuk akting itu tidak mudah, jadi tantangan tersendiri karena engga boleh salah kan, harus benar-benar hafal,” beber pemain film Mangkujiwo ini.

| Baca Juga: Aghniny Haque Harus di Ruqyah Usai Main Film Pemandi Jenazah

Untungnya persiapan selama satu bulan sebelum syuting, sangat membantu untuk melakukan adegan demi adegan tersebut. Selain itu, ia juga banyak mendapat masukan dan arahan dari Hadrah Daeng Ratu selaku sutradara.

“Oh ya ada satu lagi. Pakai mukena itu susah buat non muslim apalagi pakainya harus cepat. Buat adegan itu harus retake karena aku engga siap. Akhirnya sebelum take, latihan khusus pakai mukena,” kenang Djenar Maesa Ayu yang berperan sebagai Siti ini.

| Baca Juga: 7 Film Terbaik yang Dibintangi Oprah Winfrey

Rumah produksi Visual Media Studio (VMS) segera menayangkan film horor terbaru berjudul Pemandi Jenazah, yang disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dan ditulis oleh Lele Laila, di bioskop-bioskop kesayangan kamu.

Film Pemandi Jenazah mengisahkan tentang Lela (Aqhniny Haque), anak dari ibu Siti yang bekerja sebagai pemandi jenazah di tempat ia tinggal. Namun kehidupan Lela berubah drastis, usai sang ibunda meninggal dunia secara misterius. Dia pun harus menjalankan proses pemandian jenazah untuk pertama kalinya, yaitu jenazah sang ibunda sendiri.

Foto: Dok. Visual Media Studio (VMS)

Di tengah memendam rasa sedih usai ditinggal sang ibu, Lela menemukan sesuatu yang janggal dari jasad ibunya saat memandikan jenazah. Sehingga, dia menduga kematian Siti tidak lazim. Ditambah lagi terjadi hal serupa dalam waktu singkat di kampung tempatnya tinggal, usai kematian ibunya itu. Hal itu membuatnya bertekad untuk membongkar semua misteri di beberapa jenazah yang dimandikannya, karena memiliki kejanggalan serupa. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here