Gunung Ruang di Sitaro Meletus, Ribuan Warga Dievakuasi

Gunung Ruang meletus. (Foto: BPBD Kabupaten Sitaro)
Gunung Ruang meletus. (Foto: BPBD Kabupaten Sitaro)

Kabar duka berhembus dari Tanah Air. Gunung Ruang di Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, meletus pada Rabu (17/4) sekitar pukul 20.15 WITA. Letusan eksplosif tersebut mengeluarkan suara gemuruh, gempa, lava, dan kilatan petir vulkanik.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan ada sekitar 1.585 jiwa dari total 11.615 jiwa penduduk Tagulandang yang harus dievakuasi pascaerupsi Gunung Ruang. Mereka adalah warga yang berisiko tinggi dan harus segera dievakuasi.

Sebanyak 1.585 jiwa tersebut bertempat tinggal paling dekat dengan jangkauan material erupsi. Yakni, dalam radius 2,5 kilometer atau wilayah pantai barat Pulau Tagulandang.

| Baca Juga: Banjir Melanda Negara Teluk: Bandara Dubai Lumpuh, 18 Orang Tewas di Oman

Adapun rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), zona aman berada pada radius enam kilometer dari pusat erupsi gunung.

Proses evakuasi yang dilakukan tim SAR pun terus berjalan sejak Selasa (17/4) malam. Pimpinan BNPB dan PVMBG juga menuju ke lokasi dengan membawa serta dukungan logistik kebutuhan pokok dan peralatan penunjang penanganan darurat.

Sebelumnya data PVMBG menyebutkan selama kurun waktu 24 jam terakhir sudah terjadi lima kali erupsi dengan ketinggian 1.800 meter hingga 3.000 meter dari puncak Gunung Ruang.

Pada periode 1-17 April 2024 PVMBG mencatat jumlah kegempaan di Gunung Ruang sebanyak 1.439 kali gempa vulkanik dalam, 569 kali gempa vulkanik dangkal, enam kali gempa tektonik lokal, dan 167 kali gempa tektonik jauh.

| Baca Juga: Potret Gedung-gedung Ambruk Akibat Gempa Dahsyat di Taiwan

Sejak Rabu (17/4) malam PVMBG meningkatkan status Gunung Ruang dari Level III menjadi Level IV atau Awas. Kondisi itu mengharuskan daerah tersebut steril atau dikosongkan dari semua aktivitas masyarakat.

Meski sempat dikeluarkan peringatan adanya tsunami, namun pada Kamis pagi (18/4) PVMBG melaporkan tidak ada tsunami akibat erupsi yang terjadi pada Rabu malam (17/4).

Sejarah erupsi tercatat sejak 1808 dan memiliki interval erupsi berkisar antara 1-30 tahun. Pada 2002 Gunung Ruang mengalami erupsi eksplosif disertai awan panas yang mengakibatkan kerusakan lahan dan pemukiman serta mengharuskan penduduk mengungsi ke tempat aman.

Setelah 22 tahun, pada 16 April 2024 Gunung Ruang kembali mengalami erupsi eksplosif dan memuntahkan berbagai material vulkanik berupa lava, gas, batu, hingga abu. (puj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here