Tebing Pulau Kura-kura di Taiwan Runtuh Akibat Gempa

Guishan Island, pulau berbentuk kura-kura di Taiwan. (Foto: Dok. Okezone)
Guishan Island, pulau berbentuk kura-kura di Taiwan. (Foto: Dok. Okezone)

Sempa bumi yang terjadi di Taiwan pada Rabu, 3 April 2024 lalu tak hanya membuat gedung-gedung ambruk. Namun juga berdampak buruk terhadap pariwisata negara tersebut.

Gempa berkekuatan 7,2 skala Ricther di Taiwan turut memicu kerusakan di Guishan Island. Bagian depan pulau yang berbentuk kura-kura itu patah dan runtuh ke laut.

Menurut stasiun televisi Taiwan TVBS, gempa dua hari lalu merupakan gempa terbesar dalam 25 tahun terakhir yang terjadi di Taiwan. Sebagian kecil Guishan Island rusak.

| Baca Juga: Potret Gedung-gedung Ambruk Akibat Gempa Dahsyat di Taiwan

Batu-batu besar jatuh ke laut. Pada saat itu, tidak ada turis atau perahu yang lewat di dekatnya, sehingga tidak ada korban jiwa.

Runtuhnya tebing Guishan Island akibat gempa. (Foto: Instagram)
Runtuhnya tebing Guishan Island akibat gempa di Taiwan pada Rabu (3/4/2024) lalu. (Foto: Instagram) 

Meski begitu, berdasar laporan yang dikutip dari laman Reuters, gempa berkekuatan 7,2 skala Richter di Taiwan telah menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai ratusan orang.

Pulau berbentuk kura-kura tersebut terletak di 10 kilometer sebelah timur kota Toucheng dan merupakan pulau terbesar di Kabupaten Yilan, timur laut Taiwan.

Pulau ini juga merupakan satu-satunya gunung berapi aktif di Taiwan dan satu-satunya pulau berpenghuni di Yilan.

| Baca Juga: Penyelamatan Warga Terdampak Gempa di Taiwan Terus Berlanjut

Pulau ini memiliki lebar 3,3 kilometer dari timur ke barat dan panjang 1,7 kilometer, dengan luas total 2,85 kilometer persegi, dan total garis pantai kurang lebih 10 kilometer.

Meskipun ukurannya kecil, terdapat tebing terjal, sumber air panas aktif, bukit dan puncak, gua erosi, danau, mata air dingin, vegetasi tebing langka, dan ekologi laut yang kaya.

Karena kondisi kehidupan yang keras di Pulau Guishan, penduduknya direlokasi pada tahun 1977. Pada tahun 2000, pulau ini mulai dibuka untuk pengunjung sebagai taman ekologi maritim.

| Baca Juga: Tertangkap, Petugas Damkar Jakarta Timur yang Cabuli Anak Kandung

Guishan Island adalah salah satu tujuan wisata paling populer di Taiwan. Wisatawan yang berkunjung ke tempat ini umumnya mengikuti wisata mengamati paus yang berlangsung pada bulan April hingga Oktober.

Pulau ini hanya dibuka untuk wisatawan pada bulan Maret hingga November dengan jumlah pengunjung dibatasi 100 orang per hari untuk menjaga lingkungan alam.

Pengunjung pulau harus mendaftar terlebih dahulu. Cara paling populer untuk mencapai pulau ini adalah dengan kapal feri yang berangkat dari Pelabuhan Wushi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here