Jangan Bingung, Ini Cara Menyimpan Daging Kurban yang Benar

Ilustrasi daging kurban (Foto : Freepik)
Ilustrasi daging kurban (Foto : Freepik)

Umat Islam di seluruh dunia tengah merayakan hari raya Idul Adha. Salah satu kegiatan ibadah yang dilakukan, menyembelih hewan kurban berupa kambing, domba, sapi, kerbau, atau unta. Daging hewan kurban tersebut kemudian dibagikan ke orang yang membutuhkan.

Tidak jarang, ketika Idul Adha akan ada banyak daging kurban yang diterima sehingga mengharuskan penyimpanan dengan baik guna dapat dikonsumsi di kemudian hari.

Penyimpanan daging kurban tentu tidak boleh sembarangan supaya tidak mudah membusuk. Berikut tipsnya.

1. Menyimpan Daging dalam Kulkas

Cara terbaik untuk menyimpan daging khususnya daging kurban adalah dengan meletakkannya di dalam kulkas. Namun, untuk menjaga kualitas, daging seharusnya dibungkus dalam kondisi yang rapat untuk meminimalisir paparan udara yang dapat mengurangi kualitas daging.

| Baca Juga: 6 Rahasia Nikmati Daging Kurban Tanpa Takut Kolesterol!

Pendiri Primal Supply Meats, Heather Marold Thomason menyarankan untuk mengemas daging dalam kertas khusus untuk daging. Setelah itu, masukkan daging ke dalam kantong ziplock yang rapat dan tertutup.

Pembekuan daging juga dianjurkan dilakukan sesegera mungkin selama daging kurban masih segar. Daging yang disimpan di dalam freezer dapat tahan lebih lama, meskipun tidak dianjurkan untuk menyimpan daging terlalu lama.

Selain menjelaskan cara menyimpan daging dengan benar, Thomson juga mengingatkan untuk tidak pernah membekukan daging yang sudah dicairkan. Sebab, kualitas daging akan menurun.

2. Langkah mencairkan daging yang beku

Daging kurban yang telah disimpan di dalam freezer sebaiknya tidak langsung dimasak. Sebaiknya, daging tersebut dicairkan terlebih dahulu dengan cara yang benar untuk menjaga kualitas daging agar tidak menurun.

Cara mencairkan daging yang membeku adalah dengan mengeluarkan daging dari freezer dan meletakkannya di dalam chiller satu hari sebelum daging dimasak. Namun, proses pencairan mungkin akan lebih lama jika ukurannya cukup besar.

Cara lainnya adalah dengan mencairkan daging yang beku yaitu, dengan meletakkan di dalam sebuah mangkuk berisi air dingin. Dengan cara ini, daging hanya membutuhkan sekitar satu jam untuk siap diproses.

Sementara itu, Thomason tidak menyarankan mencairkan daging di dalam microwave karena bisa merusak tekstur dan kualitas daging.

| Baca Juga: 5 Cara Mengolah Daging Kambing Agar Tidak Bau Saat Dimasak

3. Langkah Pengecekan Kelayakan Daging untuk Dikonsumsi

Sempat disebutkan, daging kurban yang diperoleh ketika Idul Adha kemungkinan tidak akan langsung dihabiskan.

Meskipun proses penyimpanan daging sudah dilakukan secara benar, bukan berarti daging akan selalu aman untuk dikonsumsi di kemudian hari.

Oleh karena itu, sebelum daging yang sudah tersimpan hendak dimasak, perhatikan dahulu karakteristik dari daging tersebut.

Daging yang masih aman untuk dikonsumsi adalah daging yang masih memiliki warna yang bagus dan cerah, bukan yang sudah berwarna abu-abu.

Selain itu, daging juga harus lembab dan segar ketika disentuh tidak lengket. Daging yang masih layak konsumsi juga tidak mengeluarkan aroma busuk yang menyengat.

Nah, begitulah cara menyimpan daging agar tahan lama hingga mengecek kualitas daging. Harus diingat, meski sudah disimpan secara benar namun sebaiknya daging tidak disimpan terlalu lama. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here