Suami Maia Estianty Terseret Kasus Gratifikasi Pejabat Bea Cukai

Suami Maia Estianty terseret kasus gratifikasi. Foto : Instagram/maiaestianty
Suami Maia Estianty terseret kasus gratifikasi. Foto : Instagram/maiaestianty

Kasus gratifikasi mantan Kepala Bea Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto, menyeret nama suami Maia Estianty, Irwan Mussry. Diduga ia memberikan uang sebesar Rp100 juta.

Irwan Mussry masuk dalam deretan pengusaha yang memberikan gratifikasi kepada pejabat Bea Cukai tersebut. Suami Maia Estianty itu tercantum dalam dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibacakan saat sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya dengan terdakwa Eko Darmanto, Selasa (14/5/2024).

“Berasal dari Irwan Daniel Mussry sebesar Rp100 juta,” kata Jaksa KPK Eko Wahyu Prayitno dikutip dari detik.

Total ada 13 pengusaha yang memberikan gratifikasi kepada Eko, termasuk Irwan Mussry. Total, Eko menerima uang Rp23,5 miliar.

| Baca Juga: Tahun Ini Maia Estianty Tak Bisa Lebaran Bareng Suami

Dengan rincian, Andry Wirjanto sebesar Rp1,37 miliar, Ong Andy Wiryanto Rp6,85 miliar, David Ganianto dan Teguh Tjokrowibowo Rp300 juta, Lutfi Thamrin dan M. Choiril Rp200 juta, serta Irwan Daniel Mussry Rp100 juta.

Kemudian, Rendhie Okjiasmoko Rp30 juta; Martinus Suparman Rp930 juta; Soni Darma Rp450 juta; Nusa Syafrizal melalui Ilham Bagus Prayitno Rp250 juta; Benny Wijaya Rp60 juta; S. Steven Kurniawan Rp2,3 miliar; Lin Zhengwei dan Aldo Rp204,38 juta; serta pengusaha yang tidak diketahui namanya Rp10,91 miliar.

“Setidak-tidaknya sekitar jumlah itu, yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya yaitu penerimaan tersebut berhubungan dengan jabatan terdakwa selaku Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pada Kantor Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 5 angka 4 dan angka 6 UU RI Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme,” beber Eko Wahyu.

Eko Darmanto merupakan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) yang ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi dan pencucian uang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

| Baca Juga: Difitnah Jadi Selingkuhan Suami Maia Estianty, Yuni Shara Siap Ambil Jalur Hukum

Eko didakwa menerima gratifikasi dari belasan pengusaha berbeda yang bersangkutan dengan keperluan jabatannya.

Selain gratifikasi, Eko juga melakukan pencucian uang hasil penerimaan gratifikasi. Sebab uang itu digunakan pembangunan rumah di Kelapa Gading, Jakarta Utara serta satu unit apartemen Green Pramuka City.

Selanjutnya, mengalihkan pembiayaan atas pembelian sebidang tanah dan bangunan di Perumaha Bali, Ciputat, empat bidang tanah di Bogor, Jawa Barat, dua bidang tanah di Bogor, satu unit apartemen di Margonda, serta membayarkan fasilitas kredit dengan jenis Pinjaman Rekening Koran (PRK).

Lalu, untuk pembelian sederet mobil di antaranya satu unit mobil Mini Cooper, mobil Suzuki Baleno, satu unit BMW, satu unit Mercedes-Benz, satu unit Toyota Fortuner.

| Baca Juga: Maia Estianty Nggak Setuju Al Ghazali Nikah Siri dengan Alyssa Daguise

Kemudian, terdapat juga untuk pembelian tas mewah dengan merek Hermes, Gucci, Balenciaga, Yves Saint-Laurent, Goyard, Tory Burch dan Bottega Veneta.

Atas perbuatannya, Eko terancam pidana sebagaimana diatur pada pasal 12 B juncto (jo) pasal 18 Undang-undang (UU) tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo pasal 64 ayat (1) KUHP, sebagaimana dakwaan pertama.

Kemudian, dia juga terancama pidana sebagaiman dakwaan kedua dan ketiga yakni pasal 3 dan 4 UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jo pasal 64 ayat (1) KUHP. (*) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here