Amir Harden, Anak 8 Tahun Meninggal Usai Ditembak Karena Lindungi Ibunya dari Ayah KDRT

Amir Harden, anak usia 8 tahun yang meninggal ditembak saat lindungi ibunya dari ayah KDRT. Foto: Dok. YouTube WWCO-CBS Minnesota
Amir Harden, anak usia 8 tahun yang meninggal ditembak saat lindungi ibunya dari ayah KDRT. Foto: Dok. YouTube WWCO-CBS Minnesota

Amir Harden, anak usia 8 tahun meninggal dunia usai berusaha melindungi ibunya yang saat itu terlibat pertengkaran dengan suami alias ayahnya.

Berdasarkan keterangan dari ibu Amir, Cherish Edwards, pada tengah malam tanggal 5 Juni, ia dan suaminya terlibat pertengkaran hebat. Saat itu dari pandangan Amir, ia merasa jika ayahnya ingin membunuh ibunya.

Tak ingin ibunya terluka, Amir kemudian mencoba melindungi wanita yang melahirkannya ini. Sayangnya, secara tidak sengaja Amir kemudian ditembak oleh ayahnya di bagian kepala.

“Ayahnya (Amir) mencoba untuk menembak dan membunuhku, tapi malah anakku yang tertembak. Amir mencoba untuk merebut pistol dari tangan ayahnya,” kisah Cherish Edwards.

| Baca Juga : Viral Di Korea, Kasus Mirip Vina Cirebon Terungkap Setelah 20 Tahun!

Padahal saat itu, Cherish mengaku sudah menyuruh Amir untuk pergi berlindung ke rumah tetangga. “Aku berteriak padanya menyuruhnya untuk kabur dan pergi ke tetangga. Dia menolak dan mengatakan ‘ibu, aku tidak akan meninggalkanmu disini’,” katanya.

Setelah sadar ia menembak anaknya, Danair Harden kemudian langsung menembak dirinya sendiri di bagian kepala.

Dikisahkan pula oleh Cherish bahwa aksi penembakan tersebut dilakukan di depan empat anaknya yang lain. “Anak-anakku trauma dan mereka mungkin perlu terapi sepanjang hidup mereka,” katanya.

Polisi yang datang ke rumah yang berlokasi di kota Burnsville lalu langsung membawa Amir dan ayahnya segera ke rumah sakit. Sayangnya, Amir kemudian dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 9 Juni. Sedangkan ayahnya masih berada kondisi kritis.

Diketahui bahwa Danair Harden, ayah Amir, satu hari sebelumnya baru saja dibebaskan dari penjara karena kasus penyerangan atau KDRT pada istrinya. Pada tanggal 30 Mei, Danair mencekik Cherish yang berusaha ingin mengakhiri hubungan mereka yang sudah terjalin selama 10 tahun. Saat itu Cherish melaporkan pada polisi jika Danair memiliki izin memiliki senjata api.

| Baca Juga : Tragis! Koki Kapal Ini Terjebak di Dasar Laut Selama 3 Hari

Di mata ibunya, Amir adalah adalah sosok anak yang cerdas dan memiliki bakat untuk menjadi atlet.

“Dia anak yang sangat bahagia. Dia berani, memiliki jiwa pemimpin, pelindung saudara-saudaranya. Dia adalah suporter terbesarku. Setiap hari saat aku berangkat kerja, dia selalu mengatakan padaku, ‘semoga harimu menyenangkan, bu. Aku mencintaimu’.”

Sementara itu, Danair Harden, ayah dari Amir Harden akan menerima dakwaan kriminal jika ia nantinya bisa bertahan hidup. (*) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here