Nirina Zubir Sukses Rebut Kembali Haknya dari Mafia Tanah

Foto: Dok. Instagram nirinazubir_

Kasus mafia tanah yang menimpa Nirina Zubir sejak tahun 2019, akhirnya menemui titik terang. Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertahanan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Raja Juli Antoni menjelaskan, bila prosedur yang dilewati Nirina memang memerlukan waktu yang panjang.

Kasus mafia tanah harus melalui beberapa proses, termasuk salah satunya, proses persidangan dan penyidikan.

“Ini proses sudah masuk ke ranah hukum, proses sidangnya, penyidikannya, sampai persidangan itu memakan waktu. Sampai akhirnya kami dapat mengambil keputusan, bahwa sertifikat ini harus dikembalikan kepada yang berhak,” ujar Raja kepada awak media, Selasa (13/2) lalu.

Baca Juga: Kabar Duka, Ayah Nirina Zubir Meninggal Dunia

Raja mengakui cukup jengkel dengan prosedurnya. “Prosedur-prosedur ini memang menjengkelkan, saya tahu, tapi itu menjadi trigger di internal kami, untuk terus membenahi mekanisme penerbitan atau pembatalan hak, sehingga memberi kepastian hukum,” jelasnya.

Selain itu, Raja juga menjelaskan bila mafia tanah bukanlah lawan yang mudah dikalahkan. Sebab para oknum ini pintar, karena memiliki pemahaman hukum yang baik.

“Mafia tanah ini memang pintar, namanya mafia, mempunyai pemahaman hukum pertanahan yang mungkin sebanding dengan Dirjen dan Direktur. Mereka bisa menggunakan peraturan yang ada, dan prosedur standar yang ada di kementerian dan lembaga-lembaga lain,” paparnya lagi.

Baca Juga: Nirina Zubir Jadi Korban Mafia Tanah dan Rugi Rp 17 M. Begini Kronologinya!

Kini, Nirina Zubir telah mendapatkan kembali empat sertifikat tanahnya, dari total 8-9 sertifikat yang diperjualbelikan oleh Asisten Rumah Tangga (ART) keluarganya, Riri Khasmita.

“Totalnya ada 8 atau 9 ya, tapi yang sekarang, yang di tangan saya ini ada 4. Kalau tadi dikomunikasikan, mudah-mudahan tidak sampai satu bulan sudah selesai,” kata Nirina.

Kasus mafia tanah sudah menjadi ancaman yang meresahkan sejak dulu. Oleh sebab itu, Presiden Jokowi menugaskan Kementrian ATR/BPN untuk memberantas mafia tanah.

“Kami diminta Pak Jokowi untuk menggebuk mafia tanah. Ini adalah indikasi awal dan Insya Allah dalam waktu tidak lama lagi, semua hak milik keluarga Nirina menjadi haknya,” tutur Raja Juli Antoni. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here