Horor! Warga Korea Utara Nggak Boleh Ketawa 11 Hari

korea utara
Foto: KCNA/REUTERS

Korea Utara mulai Jumat (17/12) memaksa warganya untuk berkabung memperingati wafatnya Kim Jong-Il, dengan cara tidak membolehkan ketawa, bahagia, bahkan keluar untuk membeli kebutuhan sehari-hari selama 11 hari.

Seorang warga yang tinggal di perbatasan timur laut Sinuiju, seberang Sungai Yalu dari Dandong China bersaksi kepada Radio Free Asia atas aturan tersebut, “Selama masa berkabung, kita tidak boleh minum alkohol, tertawa atau terlibat dalam kegiatan rekreasi yang sifatnya bersenang-senang.”

“Dulu banyak orang yang tertangkap minum hingga mabuk-mabukan selama masa berkabung dan diperlakukan sebagai penjahat ideologis. Mereka dibawa pergi dan tak pernah kembali,” tambah warga tersebut.

| Baca juga: Hati-hati! Penonton Squid Game Bakal Dihukum Mati

korea utara
Foto: Financial Times

Peringatan berkabung ini ternyata tradisi warga Korea Utara untuk menghormati mereka yang telah tiada, ini juga dilakukan untuk pemimpin Korea Utara sebelumnya Kim Il-Sung ayah dari mendiang Kim Jong-Il.

Aturan juga berlaku bagi warga sipil yang sedang berduka. “Bahkan jika anggota keluarga kalian meninggal. Di masa berkabung kalian tidak boleh menangis terlalu keras dan jasadnya hanya bisa dibawa setelah masa berkabung berakhir. Warga juga tidak bisa merayakan ulang tahun jika jatuh pada masa berkabung,” terangnya kembali.

Aturan tidak boleh tertawa 11 hari ini menuai protes banyak pihak. Pasalnya, saat memperingati wafatnya Kim Jong-Il pada tahun lalu masa berkabung hanya berlaku selama 7 hari.

“Saya harap masa berkabung Kim Jong-Il bisa dipersingkat menjadi satu minggu, seperti masa berkabung untuk Kim Sung-Il. Kami terpaksa meratapi dua orang yang telah meninggal sampai mati,” kata warga lain yang tidak ingin menyebutkan identitasnya.

| Baca juga: Model Jung Ho Yeon Rela Jadi Pencopet Demi ‘Squid Game’

korea utara
Foto: Kyodo/REUTERS

Aturan tidak boleh ketawa warga Korea Utara ini sudah berlangsung sejak 1 Desember. Pemerintah sudah menyuruh polisi setempat untuk berpatroli, menyisir warga yang ketawan bersenang-senang menjelang masa berduka. Untuk menjaga suasana khidmat mereka (pemerintah, red) juga melarang warganya untuk keluar rumah, sehingga para petinggi perusahaan diwajibkan memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan hidup selama peringatan ini berlangsung.

“Kesejahteraan dan keamanan warga harus terjamin meski dalam situasi berduka, sehingga perusahaan harus bertanggung jawab mengumpulkan makanan dan memberinya ke karyawan dan rakyat yang tidak bisa bekerja karena kelaparan,” ujar informan tersebut.

Ditambahnya masa berkabung sampai 11 hari bukan tanpa alasan, melainkan karena tahun ini bertepatan juga dengan satu dekade Kim Jong-Un memimpin Korea Utara. Sejak kepergian ayahnya Kim Jong-Il pada 2011, tahta langsung diturunkan kepada anaknya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here