Terlibat Prostitusi! Artis Sinetron Inisial CA Diciduk Polisi di Hotel Mewah

Ilustration Foto: Dok. Canberratimes

Artis berinisial CA diciduk polisi karena kasus prostitusi di sebuah hotel mewah kawasan Jakarta Pusat pada Jumat (31/12) dini hari. Ini semakin menambih daftar panjang artis yang terlibat prostitusi. Penangkapan ini telah dikonfirmasi oleh Kanit 1 Subdit Siber Kompol 1 Made Redi yang diunggah dalam akun Instagram Kapolda Metro Jaya.

“Kami dari Subdit Siber Polda Metro Jaya telah berhasil mengamankan artis sinetron berinisial CA yang terjerat kasus prostitusi,” kata Kompol I Made Redi.

Dirinya menjelaskan jika penangkapan artis CA berlangsung di sebuah hotel mewah.

“Kami amankan artis sinetron CA yang terjerat prostitusi di salah satu hotel mewah di Jakarta Pusat,” imbuhnya

Kapolda Metro Jaya Foto: Dok. Instagram

|Baca Juga: VS Diduga Terlibat Prostitusi, Medsos Vernita Syabilla Digeruduk Netizen

Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki terkait informasi tentang penangkapan artis CA dan beberapa orang yang terlibat di belakangnya. Kronologi masih belum diungkapkan oleh Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, tapi akan secepatnya bagian kehumasan akan melakukan konferensi pers.

“Informasi lebih lanjut akan disampaikan dalam konferensi pers,” tutupnya

Selebgram TE yang ditangkap pada 15 Desember lalu Foto: Dok. Detik

|Baca Juga: Terlibat Prostitusi Online, Selebgram TE Diciduk Saat Layani Tamu. Ternyata Tarifnya Cuma Segini!

Sebelumnya pada tanggal 15 Desember 2021 selebgram TE ditangkap karena terlibat prostitusi online di Hotel kota Semarang, Jawa Tengah. Polisi tidak ingin mengungkapkan siapa selebgram TE tersebut karena dia adalah korban perdagangan manusia. Dirinya ditangkap bersama dengan Warga Negara Brazil berinisial FBD dan mucikari berinisial JB yang berprofesi sebagai seorang fotografer.

“Demi kepentingan hak dari seorang korban kita akan menutup keberadaan atau siapa orang tersebut. Selebgram ini adalah korban, kebetulan selebgram adalah korban perdagangan orang,”  kata Kombes Djuhandhani Rahardjo Puro selaku Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng.

TE dan FBD bestatus sebagai korban sedangkan mucikari JB didakwa sebagai tersangka dalam kasus prostitusi dan dijerat dengan Pasal berlapis yakni Pasal 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan Tidak Pidana Perdagangan Orang dengan vonis hukuman penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun atau denda Rp 120 juta sampai Rp600 juta. Lalu Pasal 296 KUHP tentang perbuatan cabul dengan 1 tahun 4 bulan penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here