Heboh Gaya Nia Ramadhani Saat Sidang Narkoba. Berambut Pirang dan Pakai Legging Rp 13 Juta

nia ramadhani narkoba
Dok. Instagram nia Ramadhani

Kayaknya bukan Nia Ramadhani deh kalau nggak tampil dengan fashion modis, bahkan saat persidangan kasus narkobanya. Setelah terciduk tampil stylish saat persidangan dengan potongan dan warna rambut baru, kini public mulai menyoroti outfit yang dipakai Nia. Ditaksir harga OOTD (Outfit of The Day) Nia Ramadhani saat menjalani sidang lanjutan, Kamis (16/12), lalu capai Rp 23 juta.

Sebenarnya harga segitu bukanlah hal yang fantastis bagi ibu 3 anak ini. Tapi yang jadi bahan pertanyaan adalah kok sempat sih dalam masa rehabilitasi seorang Nia tetap berpenampilan modis dan mengenakan barang branded?

nia ramadhani jalani sidang
Dok. Tribunnews/ Fauzi Nur Alamsyah

Kuasa hukum Nia, Waode Nur Zainab mengatakan bahwa gaya berpakaian sang klien ini merupakan tanda bahwa kliennya dalam keadaan yang jauh lebih baik. Perihal tatanan rambut, lebih lanjut pengacara perempuan ini berkata, “Kan bisa juga motong rambut sendiri, atau ada orang di sana yang motongin rambutnya. Tapi saya tidak tahu persis, yang pasti ya di tempat rehab.”

Dalam sidang lanjutan yang berlangsung kemarin, istri Ardi Bakrie ini kembali tampil mentereng. Ia menggunakan kemeja putih Zara seharga Rp 600 ribu, celana panjang berwarna merah muda Lanvin Straight-leg Palazzo Trousers Rp 13 juta dan ikat pinggang Christian Dior Embroidered Canvas Rp 9,5 juta.

nia ramadhani jalani sidang
Dok. Okezone

| Baca juga: Nia Ramadhani Tak Kunjung Bebas, Keluarga Terpaksa Berbohong

Di sisi lain, seorang pengamat fashion, Sonny Muchlison, berpendapat jika yang dilakukan Nia Ramadhani ini dikenal dengan istilah fashion statement. Artinya, pencitraan yang ditegaskan melalui fashion. “Dengan penampilannya yang seperti itu, ia sudah memberikan tanda bahwa ia sudah siap dan tidak dalam keaadaan terpaksa menjalani kasusnya dengan bersikap tenang, cool.”

“Itu adalah fashion statement, orang kalangan ini bagaimana pun terpuruknya mereka akan tetap mengedepankan fashion sebagai simbol mereka baik-baik saja, kita nggak ada maslaah loh, kita akur-akur aja. Bagaimana gambar akurnya? Dengan cara menyamakan warna pakaian mereka,” tambah dosen sekaligus kritikus fashion ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here