Serangan Rahasia Taylor & Ryan Reynolds untuk Scooter Braun Bocor!

ryan-reynolds-taylor-swift-scooter-braun-balas-dendam
Foto: Rolling Stone/W Magazine

Drama Taylor Swift dan Scooter Braun masih terus berlanjut. Dibantu Ryan Reynolds, Taylor Swift memberikan ‘serangan’ ke Scooter Braun lewat sebuah video iklan aplikasi kencan. 

Dalam video tersebut, Ryan Reynolds berperan sebagai seorang setan yang merasa bosan di neraka. Namun, hidupnya berubah setelah menemukan pasangan yang bernama ‘2020’. Si setan dan perempuan bernama ‘2020’ itu pun menjalani hubungan yang mulus. 

Video romantis yang dibumbui dengan humor tersebut juga memamerkan potongan dari lagu Love Story, yang direkam ulang oleh Taylor Swift. Lewat Twitter-nya, Taylor mengatakan kalau ia masih belum menyelesaikan proses rekaman ulangnya. 

Oke ketika aku masih belum merampungkan rekaman ulang, temanku @VancityReynolds bertanya apakah dia bisa menggunakan potongannya untuk komersial lucu yang ditulisnya… Dan inilah cuplikan dari Love Story! Aku bekerja keras untuk menyelesaikan musik ini dan mempersembahkannya untuk kalian secepatnya!” cuit Taylor. 

Baca juga: Ryan Reynolds Ngebet Jadi Iron Man, Lalu Nasib Deadpool?

Menariknya, para penggemar menduga kalau Taylor mengirim pesan khusus untuk Scooter Braun lewat video ini. Pesan tersebut terlihat dalam salah satu adegan ketika setan dan perempuan ‘2020’ berfoto di dekat tempat sampah. 

Ada sebuah skuter tergeletak di dekat tempat sampah. Para penggemar menduga ini jadi representasi sang manajer musik, Scooter braun. 

taylor-swift-ryan-reynolds-scooter-braun-balas-dendam
Ryan Reynolds bantu Taylor Swift kirim serangan untuk Scooter Braun. Foto: Match

Tak hanya itu, ada pula grafiti angka enam di tembok di dekat mereka berfoto. Angka tersebut merepresentasikan jumlah album yang kini sedang digarap ulang oleh Taylor. Album-album tersebut adalah Taylor Swift, Fearless, Speak Now, Red, 1989 dan Reputation.

“🛴 berada di tempat yang tepat,” cuit akun @taylorscats89. “Dia benar-benar melakukannya. 
🛴 tersungkur dekat dengan grafiti angka 6️⃣  yang jadi representasi jumlah album yang sekarang digarapnya ulang,” sahut akun @TSwiftNZ.

Seperti diketahui, Taylor Swift dan Scooter Braun berkonflik karena hak milik karya-karya Taylor. Pelantun Red itu tidak memiliki kendali atas master rekaman album-albumnya.

Baca juga: Ellen Page Putuskan Jadi Laki-Laki!

Menurut ketentuan kesepakatan Swift dengan Big Machine pada 2005, label memiliki hak atas rekaman miliknya, sebagaimana standar untuk sebagian besar persetujuan label dan artis. Selama bertahun-tahun Taylor juga mencoba untuk mendapatkan kendali atas master rekaman tersebut.

Ia juga berusaha untuk menjadikan permintaan tersebut sebagai bagian dari kesepakatan baru. Namun usaha tersebut gagal. Kini label rekaman Big Machine telah dibeli oleh Scooter Braun sebesar USD 300 juta (Rp 4,2 triliun). Kepemilikan tersebut juga mencakup karya-karya para artis Big Machine, seperti Taylor Swift. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here