Rp 1,2 M dari SATU HATI untuk RS Terapung Ksatria Airlangga

0
66
SATU HATI untuk Rumah Sakit Terapung
Foto: Adi Wiratmo/Nyata

Sorot indah lampu biru dan putih, bergantian mengikuti suara musik nan penuh semangat. Jumat (20/12) pukul 19.28 WIB itu, para tamu telah memenuhi Pakuwon Imperial Ballroom Surabaya. Joe Lee selaku presenter pun membuka acara amal tersebut.

SATU HATI, merupakan acara tahunan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pakuwon Golf & Family Club, The Westin Surabaya, Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Four Points by Sheraton-Pakuwon Indah dan Four Points by Sheraton Surabaya.

| Baca juga: SATU HATI Sukses Galang Dana Rp. 2,3 M untuk Palu-Sigi-Donggala

Setiap tahunnya, SATU HATI mengambil tema yang berbeda-beda. Kali ini giliran Rumah Sakit Terapung (RST) Ksatria Airlangga yang menjadi fokus kegiatan. Hadirnya RST Ksatria Airlangga sendiri merupakan wujud nyata, untuk memberikan pelayanan kesehatan di pulau-pulau terpencil di Indonesia.

Selama ini, para alumni Airlangga menggunakan kapal kecil untuk menjangkau pulau-pulau tersebut. Sementara berbagai hambatan telah menanti mereka. Terutama jika terjadi cuaca buruk.

dr. Agus Hariyanto, Sp.B kemudian menginisiasi pembuatan kapal kayu model Phinisi, dengan panjang 27 meter dan lebar 7 meter. Kapal yang nantinya disebut Rumah Sakit Terapung ini, rencananya akan dilengkapi dengan ruang operasi.

SATU HATI untuk Rumah Sakit Terapung
Orang-orang di balik pagelaran SATU HATI (Foto: Adi Wiratmo/Nyata)

“Kami berharap semakin banyak tumbuh kapal-kapal baru agar dapat mencakup seluruh elemen masyarakat di pelosok negeri,” kata Alamsyah Jo, selaku salah satu Founder SATU HATI sekaligus General Manager Complex Pakuwon Golf and Family Club.

Untuk SATU HATI yang ke-12 ini, mereka bekerja sama dengan Tabloid Nyata, Persos Hwa Ind, Lasika Production, Prestige Digital Video Solution, Kana Covers, Project Art Plus Wedding, Marlupi Dance Academy (MDA) dan New Fanda Print, untuk menghadirkan bintang tamu Maximillian Schairer (pianis), Philipp Jonas (violinis) dan Jongky Goei dari antarbangsa.id (promotor).

| Baca juga: Ribuan Ballerina Marlupi Pukau Penonton di Pertunjukan The Swan Lake

Penampilan tujuh balerina cilik jadi pembuka yang apik. Dengan membawa unsur Nusantara pada rok tutunya yang berbahan batik, mereka menari dengan lincah diiringi lagu asal Maluku, Rasa Sayange.

SATU HATI untuk Rumah Sakit Terapung
Tarian Rasa Sayange dari Marlupi Dance Academy (Foto: Adi Wiratmo/Nyata)

Permainan yang tak kalah epik juga datang dari Kings of Classic, Max dan Philipp. Piano dan violin berpadu indah melantunkan karya Edvard Grieg, Sonata No. 3 Op. 45. Didukung sorot lighting yang membuat penonton tiada mudah berpaling dari permainan mereka berdua.

SATU HATI untuk Rumah Sakit Terapung
Penampilan Kings of Classic (Foto: Adi Wiratmo/Nyata)
SATU HATI untuk Rumah Sakit Terapung
Para tamu memberi apresiasi pada penampil (Foto: Adi Wiratmo/Nyata)

Dilanjut kembali dengan tari variation yang merupakan potongan dari cerita-cerita, seperti tari Silver Fairy dari kisah Sleeping Beauty, Odalisave dari Le Corsaire, Blue Bird dari Sleeping Beauty, Niriti dari Tansman.

SATU HATI untuk Rumah Sakit Terapung
Tari variation dibawakan dengan apik (Foto: Adi Wiratmo/Nyata)

Para penari merupakan anak-anak berbakat dari Pre Professional Program MDA, yang telah menjalani latihan selama 5-6 kali dalam seminggu. Di antara mereka bahkan telah menorehkan prestasi di kancah internasional.

SATU HATI untuk Rumah Sakit Terapung
Philipp bermain dengan penuh penghayatan (Foto: Adi Wiratmo/Nyata)

Belum puas sampai di situ. Max dan Philipp kembali dalam babak kedua. Mereka membawakan salah satu karya komposer Ludwig van Beethoven, Sonata No. 1 Op. 12 dan Michael Brandon Chen, Christmas Overture.

SATU HATI untuk Rumah Sakit Terapung
Pemberian piagam dan souvenir pada 12 donatur (Foto: Adi Wiratmo/Nyata)

Penampilan 40 menit seolah tidak terasa. Tibalah saat penyerahan sertifikat dan souvenir bagi 12 donatur. Mereka adalah Puspita Dewi Prijadi dan suami, Tsang Joshua Ardy dari PT. Matahari Sakti, Fiendawati Gunawan dari PT. Nagasakti Makmur, Jeffry Prijadi dari PT. Matahari Putra Makmur, Moertomo Basoeki dari PT. Margabumi Matraraya, air mineral Cheers, PT. Investree Radhika Jaya, Lindratini dari Devdan Show Bali, Sudomo Mergonoto dari Kapal Api, Dendy Sean dari PT. Mitra Pinasthika Mulia, PT. Wings, Aliuyanto dari CV Nusa Prima Pangan dan Hariyanto.

| Baca juga: The Swan Lake, Karya Terbaru dari Marlupi Dance Academy

Bantuan sejumlah Rp 1.034.485.019 diserahkan secara simbolis pada dr. Agus, mewakili RST Ksatria Airlangga. Sampai pada akhirnya, Dendy Sean, Direktur Honda MPM Motor tergerak untuk membulatkan nominal donasi menjadi Rp 1.035.000.000.

“Terima kasih, kami tak menyangka bisa terkumpul sebanyak ini, hingga dibuatkan konser segala. Mereka (SATU HATI) sangat perhatian,” ujar dr. Agus.

SATU HATI untuk Rumah Sakit Terapung
Foto: Adi Wiratmo/Nyata

Nominal bantuan masih akan terus bertambah, mengingat sifatnya yang berkelanjutan karena pelayanan kesehatan di RST Ksatria Airlangga adalah mutlak diperlukan setiap waktu.

Usai penyerahan pun, donasi masih bertambah menjadi sekitar Rp 1.220.000.000, dari lelang dan penjualan merchandise yang dilakukan oleh alumni Airlangga di lokasi acara.

SATU HATI untuk Rumah Sakit Terapung
Booth lelang dan penjualan merchandise Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (Foto: Adi Wiratmo/Nyata)

Masih terbuka kesempatan bagi para dermawan yang ingin membantu, dengan mengirimkan donasi melalui rekening BCA 1011895889 atas nama Merry Tanhart. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here