Puncak HKN 55 di Jatim, Bersama Bangun Komitmen Kesehatan

0
33
HKN 55
Foto: Istimewa

Berbeda dengan tahun yang lalu, puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 di Jawa Timur tahun ini diselenggarakan di tepi pantai Lombang, Sumenep, Madura, Kamis (28/11) lalu.

Acara yang dibuka dengan jalan sehat, parade egrang dan bersih-bersih pantai itu, dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jatim, Dr. dr. Kohar Hari Santoso, SpAn., KIC., KAP., serta Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim dan Kepala Bakorwil IV Pamekasan, Alwy.

Ada alasan tersendiri, mengapa peringatan HKN ke-55 di Jatim diselenggarakan di Sumenep. “Tidak salah kalau peringatan digelar di Sumenep, karena penanganan persoalan kesehatan di Sumenep semakin baik. Angka stunting di Sumenep turun 18% dari 15 tahun lalu, sehingga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat,” jelas Busyro dalam sambutannya.

| Baca juga: Peringatan HKN Ke-55 Singgung Soal 2 Isu Kesehatan

Tak hanya itu, sekarang di Sumenep sudah berdiri empat rumah sakit, yang satu di antaranya rumah sakit khusus. Selain itu, berdiri pula 30 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan 68 puskesmas pembantu, serta 334 pondok kesehatan desa (ponkesdes), ditambah 1240 pos payanan terpadu (posyandu).

“Dari puskesmas yang ada sudah terakreditasi, lima puskesmas sudah paripurna. Sedangkan di tahun 2020 akan dibentuk BLUD (Badan Layanan Umum Daerah),” jelas Bupati Sumenep dua periode itu.

Untuk itu, dalam kesempatan tersebut diserahkan pula ambulans dan genset pada 17 puskesmas di Sumenep. Meski begitu, penanganan kesehatan di Sumenep bukannya tanpa tantangan. “Letak geografis dan adanya 126 pulau yang butuh perhatian dari Pemkab,” ungkap Busyro.

Busyro juga menjelaskan tentang kurangnya tenaga medis. “Keberadaan 3369 tenaga medis di Sumenep belum memadai. Terutama kebutuhan dokter gigi,” terang Busyro.

| Baca juga: Bedah Internal Makin Tepat Sasaran dengan Sistem Retina

Busyro juga berharap perhatian dari pemprov Jatim untuk mengatasi persoalan tersebut. Sementara itu, Kohar mengakui prestasi Kabupaten Sumenep terhadap penanganan persoalan kesehatan, sehingga dipilih menjadi tempat puncak peringatan HKN ke 55.

“Bu Gubernur punya perhatian khusus terhadap penanganan persoalan kesehatan di Madura,” tegas Kohar.

HKN 55
Foto: Istimewa

Kohar menambahkan, Gubernur Jatim juga berpesan pentingnya membangun komitmen antar kepala daerah terhadap penanganan stunting dan jamban sehat.

“Sesuai amanat Presiden bahwa SDM unggul perlu diciptakan. Maka kesehatan menjadi sesuatu yang penting. Artinya sehat bukan segala-galanya, tapi kalau tidak sehat tidak bisa segala galanya,” ujar Kohar.

| Baca juga: RSOT Surabaya Gandeng 1500 Pelari Dukung Penderita Kaki Bengkok

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan stop buang air besar sembarangan, antara pemerintah kabupaten Sumenep dengan pemprov Jatim.

Dalam acara yang disertai bazar kesehatan dan pameran UMKM itu, juga dilakukan penyerahan penghargaan Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) kepada beberapa daerah di Jatim. Serta penyerahan hadiah kepada pemenang lomba video KOPIPU. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here