Sutradara NKCTHI Belajar dari Kesalahan Masa Lalu

0
56
Film NKCTHI
Foto: Aji/Nyata

Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) memiliki kesan tersendiri bagi sutradara Angga Dwimas Sasongko. Sebab film yang diangkat dari buku laris Marchella FP ini, sangat personal baginya. Selain juga menandai 15 tahun kariernya sebagai sutradara.

“Buat aku, ini filmku yang secara cerita dan treatment directing yang paling mendalam selama 15 tahun berkarya,” kata Angga Dwimas Sasongo ketika ditemui di Epicentrum XXI, kawasan Kuningan Jakarta Selatan Kamis (19/12).

| Baca juga: Penulis NKCTHI Berusaha Hidupkan Pahlawan Masa Kecilnya

Sebelum mulai menyutradari NKCTHI, Angga mengatakan lebih dulu menonton kembali film-film karyanya. Ia ingin belajar lagi apa yang salah dan kurang saat menyutradarai film Hari Untuk Amanda (2010), Filosofi Kopi (2015), Surat dari Praha (2016) hingga Wiro Sableng (2018) dan akan diperbaiki untuk film NKCTHI.

“Karena aku nggak bisa mengulang waktu. Yang bisa aku lakukan adalah memperbaiki di film ini. Aku cukup senang karena aku terlibat dengan orang-orang yang tidak saja pengen kerja, tapi cinta sama proyeknya. Ini jadi film yang maestro dan terbaikku selama 15 tahun berkarya,” papar ayah satu anak ini.

Film NKCTHI
Foto: Aji/Nyata

Film yang memiliki tagline ‘Setiap Keluarga Punya Rahasia’ ini berkisah tentang Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara) dan Awan (Rachel Amanda), kakak beradik dalam keluarga yang terlihat sangat bahagia. Setelah mengalami kegagalan besar pertamanya, Awan bertemu Kale, manager band yang memberikan Awan pengalaman baru tentang patah, bangun, jatuh, tumbuh, hilang dan semua ketakutan manusia pada umumnya.

Perubahan sikap Awan mendapat tekanan dari orang tuanya, terlebih ayahnya (Donny Damara). Hal ini mendorong pemberontakan ketiga kakak beradik ini, yang menyebabkan rahasia dan luka besar keluarga terungkap.

| Baca juga: Kimmy Jayanti Berhenti Menyusui Anaknya yang Masih 5 Bulan

Tentang cerita film itu sendiri merupakan pengembangan dari versi buku aslinya. Skenario selain ditulis oleh Angga, juga melibatkan Jenny Jusuf yang sebelumnya pernah menulis skenario film Filosofi Kopi. Dalam mengembangkan tiga karater utamanya, Angkasa, Aurora dan Awan, Angga mengatakan banyak mendapatkan masukan dari kisah banyak orang.

“Kita ngambil cerita dari banyak orang, lalu kita rangkum. Setiap seniman pasti akan merespons karyanya dengan pengalaman pribadi, perasaan yang dia rasakan sebagaimana manusia seutuhnya. Itu yang terjadi di film ini,” papar Angga.

Apakah artinya NKCTHI adalah film ter-melow yang pernah dibuat Angga, suami dari produser Anggia ini mengatakan, justru lebih melow film Surat Dari Praha.

“Karena film yang mengangkat kisah cinta. Kalau ini kan kisah keluarga,” selorohnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here