Manajemen Buka Suara Kondisi Seventeen Pasca Tsunami

0
121
Foto: Instagram/@seventeenbandid

Gelombang tsunami yang menimpa Pantai Barat Provinsi Banten, serta pesisir Selat Sunda pada 22 Desember 2018 pukul 21.27 WIB kemarin, telah menelan banyak korban jiwa, termasuk beberapa personil dan kru band Seventeen.

Minggu pagi (23/12) pihak manajemen Seventeen pun buka suara, dan membeberkan nasib para personil serta kru pasca peristiwa naas tersebut.

“Kabar duka menyelimuti keluarga besar Seventeen Band. Keterlibatan kami dalam acara gathering perusahaan PLN di Tanjung Lesung mengalami bencana alam. Pada 22 Desember sekitar pukul 21.30 WIB, air pasang menyapu bersih panggung yang letaknya sangat berdekatan dengan laut,” terang Yulia Dian, pihak manajemen.

Baca juga: 6 Pelajaran Hidup yang Bisa ‘Dicuri’ dari Diary Cut Syifa

“Kejadian berlangsung saat baru lagu kedua Seventeen menghibur penonton. Air pasang naik ke permukaan dan menyeret seluruh orang yang ada di lokasi. Sayangnya saat arusnya surut, anggota kami ada yang bisa menyelamatkan diri. Sementara sebagian, tidak menemukan tempat berpegangan,” lanjutnya.

Baca juga: Waspadai Timbulnya Gejala Demam Saat Musim Hujan

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Riefian Fajarsyah (@ifanseventeen) on

Pihak manajemen serta Ifan, melalui akun Instagram pribadinya, meminta doa untuk beberapa personil dan kru Seventeen yang saat itu harus menghembuskan napas terakhir, yakni Bani (bassis), Oki Wijaya (road manager), Herman (gitaris), dan Ujang (kru). Kini tersisa Andi, sang drumer, yang masih belum ditemukan. (*)