Lukisan Raja Charles III Diganti Gambar Pria Botak Oleh Aktivis Hewan

Lukisan Raja Charles III. Foto yang diubah gambarnya oleh aktivis hewan. (Foto: kolase Instagram/animalrising)
Lukisan Raja Charles III. Foto yang diubah gambarnya oleh aktivis hewan. (Foto: kolase Instagram/animalrising)

Lukisan potret Raja Charles III menjadi korban vandalisme kelompok aktivis hewan, Animal Rising, saat dipajang Galeri Philip Mold di London.

Aksi ini diunggah oleh akun media sosial mereka pada Selasa, 11 Juni 2024. Tampak dua aktivis menggunakan roller cat untuk menempelkan stiker di atas lukisan Raja Charles III.

Kelompok tersebut mengganti wajah Charles dengan gambar karakter kartun Inggris Wallace, dari serial komedi Wallace and Gromit. Aktivis juga menempelkan gelembung berisi tulisan yang berbunyi, “Tidak ada keju Gromit, lihat semua kekejaman yang terjadi di peternakan RSCPA.”

| Baca Juga : Mengenal George VI, Kakek Raja Charles III yang Meninggal Karena Kanker

Aksi vandalisme itu dilakukan untuk menarik perhatian publik terhadap laporan baru mereka yang dirilis pada Minggu, 9 Juni 2024, yang menyelidiki 45 peternakan yang standar kesejahteraannya dijamin oleh Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA). Raja Charles diketahui menjadi pelindung organisasi itu sejak bulan lalu.

Skema Assured RSPCA menjanjikan bahwa hewan di peternakan yang dilindungi diberi lebih banyak ruang hidup dan tidak pernah dikurung. Daging, ikan, dan produk susu yang dihasilkan oleh peternakan ini ditandai dengan logo RSCPA. Namun, Animal Rising mengklaim bahwa mereka menemukan praktik ‘kejaman terhadap hewan yang parah’ di semua peternakan yang dikunjungi.

Dalam keterangannya, aktivis Animal Rising menjelaskan alasan mereka mengganti wajah Charles dengan gambar karakter. “Karena Raja Charles adalah penggemar berat ‘Wallace and Gromit’, kami tidak dapat memikirkan cara yang lebih baik untuk menarik perhatiannya pada adegan mengerikan di film tersebut,” ucapnya.

| Baca Juga : Efek Pengobatan Kanker, Raja Charles III Kehilangan Indra Perasa

“Peternakan Terjamin RSPCA! Meskipun kami berharap hal ini dapat menghibur Yang Mulia, kami juga meminta dia untuk secara serius mempertimbangkan kembali apakah dia ingin dikaitkan dengan penderitaan yang mengerikan di seluruh peternakan yang didukung oleh RSPCA.”

Animal Rising mendefinisikan kelompoknya sebagai organisasi non-kekerasan yang mengkampanyekan ‘transisi mendesak menuju sistem pangan nabati yang berkelanjutan dan adil’. Mereka juga mengajukan petisi agar skema Assured RSPCA, yang dikatakan mencakup ‘kekejaman dalam skala industri’, untuk dihapuskan.

Menangapi hal ini, RSPCA menyatakan ‘setiap kekhawatiran tentang kesejahteraan di peternakan bersertifikat RSPCA Assured ditanggapi dengan sangat serius dan RSPCA Assured bertindak cepat untuk menyelidiki tuduhan ini’.

“Kami telah menyetujui tantangan Animal Rising terhadap pekerjaan peternakan kami secara terbuka dan transparan,” lanjut pernyataan tersebut. “Meskipun kami memahami bahwa Animal Rising, seperti kami, menginginkan yang terbaik bagi hewan, aktivitas mereka merupakan gangguan dan tantangan terhadap upaya yang kita semua lakukan untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi setiap hewan.”

| Baca Juga : Istana Buckingham Umumkan Raja Charles III Kembali Bertugas

RSPCA juga mengaku ‘terkejut’ atas aksi vandalisme lukisan tersebut. “Kami menyambut baik pengawasan atas pekerjaan kami, tapi kami tidak bisa memaafkan aktivitas ilegal apa pun,” bunyi pernyataan mereka.

Sementara, pemilik galeri tempat lukisan Raja Charles dipajang, Philip Mold memastikan bahwa tidak ada kerusakan pada lukisan tersebut karena permukaannya dilindungi lapisan Perspex. Ia juga mengungkapkan bahwa stiker kartun itu hanya menempel ‘kurang dari sepuluh detik’. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here