Dulu Bayi Prematur 499 Gram, Kini Jadi Perawat di Rumah Sakit Sama

Hayley Good terlahir sebagai bayi prematur 499 gram, kini tumbuh besar jadi perawat. (Foto: Dok. People)
Hayley Good terlahir sebagai bayi prematur 499 gram, kini tumbuh besar jadi perawat. (Foto: Dok. People)

Hayley Good, bayi yang dilahirkan secara prematur akan segera memulai babak baru hidupnya. Bukan sebagai pasien, melainkan sebagai perawat NICU (Neonatal Intensive Care Unit).

Tempat ia bekerja merupakan tempat yang sama di mana ia pernah berjuang bertahan hidup saat dilahirkan sebagai bayi prematur dengan berat 499 gram.

Kisah Hayley tak lah biasa. Lahir tahun 2002 sebagai bayi kembar identik, Hayley dan saudara perempuannya adalah keajaiban bagi orang tua mereka.

Pasalnya, setahun sebelumnya, orang tua Hayley harus kehilangan bayi kembar identik lainnya yang lahir di usia kandungan 23 minggu. “Mereka tidak bisa bertahan hidup,” ungkap Hayley.

| Baca Juga: Lahir Prematur, Bayi Lesty Kejora Susah Cari Baju. Rizky Billar: Sabar Ya

Setahun kemudian, keajaiban terjadi. Pamela kembali mengandung bayi kembar identik. “Keluarga kami tidak ada riwayat kembar,” kata Hayley. “Orang tua saya selalu merasa Tuhan mengembalikan bayi kembar mereka setahun kemudian.”

Hayley lahir di usia kandungan 24 minggu dengan berat badan hanya 499 gram. Sayangnya, saudara perempuannya hanya bertahan hidup selama dua hari.

Selama 4,5 bulan, Hayley berada di ruang NICU di dua rumah sakit berbeda. Ia menjalani operasi jantung segera setelah dilahirkan.

Selama kurang lebih empat setengah bulan, Hayley dirawat di NICU di Ohio State University Medical Center dan Nationwide Children’s Hospital. Di sana, ia menjalani operasi jantung tak lama setelah dilahirkan.

| Baca Juga: Perjuangan Berat Cynthia Lamusu Lahirkan Bayi Prematur

Hayley tumbuh besar dengan mengetahui kisah para perawat NICU yang penuh kasih sayang. Mereka tidak hanya merawat dan menyelamatkannya, tetapi juga memberikan kenyamanan dan dukungan kepada seluruh keluarganya.

“Banyak perawat yang berusaha memberikan kenyamanan dan cinta kepada orang tua saya, serta merawat saya dengan sebaik-baiknya karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi,” kenangnya.

Pengalaman itu menanamkan cita-cita mulia dalam diri Hayley. Ia ingin menjadi perawat NICU untuk membalas kebaikan yang pernah diterimanya.

“Itulah yang selalu saya inginkan,” ujarnya.

Pada 4 Mei lalu, Hayley lulus dengan gelar sarjana keperawatan. Dan pada 7 Juli mendatang, ia akan resmi bertugas di ruang NICU rumah sakit tempat ia dulu dirawat.

“NICU adalah tempat di mana saya merasa paling nyaman,” ucapnya.

| Baca Juga: Akhirnya Audi Marissa Bocorkan Foto Bayinya yang Lahir Prematur

Menyadari latar belakangnya, Hayley memahami berbagai emosi yang akan dihadapi para orang tua di NICU.

“NICU bisa menjadi tempat yang menyenangkan karena kita bisa merawat bayi-bayi mungil,” ujarnya. “Namun, di sisi lain, NICU juga bisa menjadi tempat di mana perbedaan antara bayi yang sehat dan yang tidak begitu jelas terlihat. Kita merawat keduanya, dan terkadang kita harus menghadapi situasi di mana bayi tidak tertolong.”

Hayley menyadari bahwa NICU bisa menjadi tempat yang berat bagi para orang tua. Namun, ia ingin menjadi bukti nyata bahwa harapan selalu ada.

“Ini pernah terjadi pada saya. Orangtua saya pernah berada di posisi itu, tidak tahu apa yang akan terjadi,” katanya. “Di NICU, para orang tua mungkin sulit membayangkan anak mereka bisa lulus SMA, kuliah, dan meraih kesuksesan.”

“Itulah yang paling saya nantikan,” lanjutnya.

“Yaitu bisa berbagi cerita dan menunjukkan kepada mereka bahwa ada harapan, dan harapan itu juga bisa berlaku untuk anak mereka.” (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here