Tips dan Trik Penanganan Kucing Ketika Sakit Oleh Drh Khoirul Inayah

Foto: Dok. Pexels

Siapa yang tak sayang dengan hewan imut satu ini. Ya, benar kucing. Berdasarkan hasil survei, terungkap sebanyak 59 orang memiliki hewan peliharaan di rumah. Nah Nyata akan bagikan cara menangani kucing ketika sakit langsung dari Drh Khoirul Inayah, simak terus ya!

Pada 2018, Rakuten Insight melakukan survei online tentang hewan yang paling banyak dipelihara di Asia. Survei ini melibatkan 97 ribu responden dari China, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Taiwan dan Vietnam.

Nah dari sekian banyak hewan peliharaan, kucing adalah salah satu binatang yang paling banyak dirawat oleh orang Indonesia.
Hasil survei tersebut diketahui bahwa beragam jenis kucing yang dipilih menjadi sahabat manusia, Indonesia menduduki peringkat pertama, sekitar 47% cat owners.

Menyusul Filipina (42%), Thailand (42%), Vietnam (34%), Malaysia (34%), dan yang paling buncit adalah Korea Selatan (9%).
Selain mengetahui banyaknya orang di Asia yang memelihara kucing, para peneliti memahami bahwa mereka yang merawat teman berbulu ini, berdampak positif bagi kesehatan si pemiliknya.

|Baca Juga: Waspada! Kenali Ciri-Ciri Psikopat yang Mungkin Ada di Sekitarmu

Penanganan Kucing Ketika Sakit Oleh Drh Khoirul Inayah Foto: Dok. Pri

Bagaimana bisa? Drh Khoirul Inayah menjelaskan “Beberapa kucing memang ada yang tampak manis, lucu, namun kadang muncul galaknya. Tapi tetap saja kucing masih tetap jadi peliharaan favorit,” ujarnya saat dihubungi Nyata, Selasa (29/11) lalu.

Namun dengan begitu merawat kucing dengan tepat tak semudah yang dibayangkan. Hal itu hanya berlaku untuk pecinta kucing sejati.

|Baca Juga: Ketua IDAI Jatim Buka Suara Tentang Gagal Ginjal Akut pada Anak

Namun bayangkan saja, bahkan seorang pecinta kucing pun juga masih belum bisa cara membedakan penyakit kucing atau bahkan memberi pengobatan pada kucing yang tengah sakit.

“Ada beberapa kasus untuk jenis penyakit kucing, tak sembarang orang bisa diagnosis. Itu pun tentu dengan pemeriksaan terlebih dahulu, mulsi suhu tubuh, pulsus, mukosa mata, mulut, cek telinga, hidung bahkan hingga anus dan vagina. Setelah itu baru mengarah kepada penyakit yg dikeluhkan,” ujar dokter dua anak tersebut.

Menjadi pecinta kucing termasuk street feeding juga tidak mudah. Apalagi saat mengatasi kucing darurat pertolongan seperti habis kecelakaan hingga patah tulang.

“Semuanya memang perlu teknik handling yang tepat. Jadi perlu belajar juga untuk itu.” Pungkasnya.

Dokter lulusan kedokteran Universitas Airlangga 1999 itu juga menjelaskan lebih baiknya jika kucing yang sudah sekarat harus segera dilarikan ke dokter hewan untuk membantu penanganan yang lebih tepat. Juga agar bisa meminimalisir kesalahan dalam penangan di tempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here