Soerabaia Fashion Trend Nostalgia Lewat Konsep Fashion Retro

Foto: Dok. Silvia Andaresta

Soerabaia Fashion Trend baru saja digelar selama tiga hari sejak hari Jumat (11/11) hingga Minggu (13/11) lalu. Mengusung tema Evocation, acara yang diinisiasi organisasi Indonesian Fashion Chamber itu menjadi wadah bagi desainer-desainer muda maupun senior untuk memperkenalkan karya terbarunya.

Terdapat puluhan desainer yang mengenalkan koleksi terbarunya pada Sabtu (12/11) lalu di Ciputra World Surabaya. Salah satunya adalah Dibya Hody, seorang desainer dan pemilik INTERIM Clothing yang mengusung konsep retro 80-an hingga 90-an.

“Kami pengin bangkitin lagi masa retro 80-an dan 90-an. Tapi, model outfit-nya lebih modern. Kami pingin nunjukkin kalau model retro masa lalu masih cocok dipakai oleh anak muda jaman sekarang,” ujar Dibya kepada Nyata saat ditemui setelah show pada Sabtu (12/11) lalu.

|Baca Juga: Koleksi tentang Tranformasi Jakarta Tutup JMFW 2023

Dibya Hody dan koleksi terbarunya. Foto: Dok. Silvia Andaresta

Desainer yang juga merupakan dosen fashion UK Petra, Surabaya, itu juga menjelaskan kelebihan dari koleksi terbarunya tersebut. Ia mengaku menggunakan bahan viscoce yang disediakan oleh APR (Asia Pacific Rayon) sebagai kolaborator.

“Hal yang spesial kali ini, kami memakai bahan viscose. Jadi bahan itu lebih ramah lingkungan dan biodegradable tapi sangat nyaman dipakai,” jelasnya.

Dibya pun mengamati bahwa tren retro akan muncul kembali dalam tren fashion di tahun 2023. “Sebenarnya gak ada tren yang saklek begitu ya, tinggal lihat nanti desainer kebanyakan bikin baju kayak apa gitu. Tapi sepertinya banyak show di luar negeri yang kembali lagi ke retro. Kita kayak upcycling baju-baju orang tua atau kakek kita bisa dipakai lagi,” paparnya.

Selanjutnya, ia pun akan memprediksi warna-warna cerah akan populer di tahun depan. Apalagi, beberapa tahun lalu warna yang gelap cenderung lebih diminati.

“Warna itu berhubungan dengan kondisi atau keadaan dunia. Kalau kita sedang suram kayak 2021 gitu kan warnanya cenderung lebih gelap. Begitu kita sudah agak positif, warnanya jauh lebih ceria gitu,” lanjutnya.

|Baca Juga: Lewat ’Narendramarta’, Lia Afif Olah Batik Jombang Jadi Busana yang Indah

Foto: Dok. Silvia Andaresta

Desainer Aldrie Indrayana juga berpendapat yang sama. Warna-warna cerah ala tahun 80-an hingga 90-an akan diminati kembali oleh penggemar fashion di tahun depan.

“Iya, kalau warna akan lebih cerah, sih. Apalagi era 80-an atau 90-an, tahun kemarin lebih ke 70-an untuk warnanya,” ucapnya yang juga memamerkan koleksi terbarunya di Soerabaia Fashion Trend.

Aldrie memprediksi bahwa tren busana yang lebih terbuka akan lebih disukai di tahun 2023. Sebab sudah dua tahun ini, tren fashion cenderung tertutup karena pandemi Covid-19.

“Untuk tren tahun depan, orang-orang itu pengin keluar dari belenggu itu. Jadi baju-bajunya akan lebih terbuka juga seperti dulu atau lebih terbuka lagi mungkin. Saya lihat orang-orang juga akan lebih berani untuk mix and match,” tutupnya. *mir/ika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here