ISEF 2021 Beri Semangat Pelaku Industri Fashion

isef-2021
Foto: Istimewa

Sustainable Muslim Fashion ISEF 2021 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), berakhir Sabtu (30/10) lalu. Digelar selama empat hari, ajang digelar untuk kali ke delapan itu mampu membangkitkan semangat para desainer dan pelaku industri fashion Tanah Air.

National Chairman of Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma bersyukur Sustainable Muslim Fashion ISEF 2021 sukses digelar. ”Dalam kondisi seperti sekarang ini, saya bersyukur ISEF 2021 sukses digelar,” ujar Ali di JCC, Sabtu (30/10).

Koleksi Langgam Batik yang ditampilkan di ISEF 2021. Foto: DOK.ISEF

”Kalau dalam kondisi normal atau tidak pandemi, impactnya terukur dari pengunjung atau transaksi. Tapi dalam kondisi seperti sekarang ini, bisa memberi semangat bagi para desainer dan pelaku industri fashion di Tanah Air, sudah lebih dari cukup,” imbuhnya.

Seperti diketahui, pelaku industri fashion termasuk yang terdampak pandemi COVID-19. Penjualan mereka anjlok. Termasuk sulitnya menggelar event peragaan busana secara offline.

Event yang digelar secara hybrid, yakni offline dan online itu juga mengisyaratkan bawah industri fashion tidak ingin berhenti dan bisa berdampingan dengan pandemi COVID-19.

Bukan hanya desainer yang sudah senior dan berpengalaman, Sustainable Muslim Fashion ISEF 2021 juga menggaet perancang muda dengan mengadakan Modest Young Designer Competition (MYDC). Kompetisi ini ditujukan untuk mencari talenta muda di bidang busana muslim agar bisa bersaing secara global.

Batik Recycle

Koleksi ALi Charisma. Foto: DOK.ISEF

Baca juga: Songket, Tenun dan Batik Banyak Ditampilkan di ISEF 2021

Di hari ke empat beberapa koleksi yang ditampilan antara lain rancangan Ali Charisma. Pria 49 tahun itu mengusup konsep batik daur ulang. ”Ada batik Jawa-Bali, seperti tenun Nusantara timur dan Bali yang direcycle. Saya jadikan satu tema,” ujar Ali.

Karena butuh waktu cukup lama untuk membuatnya serta bahan-bahan yang digunakan tidak bisa sama persis, Ali mematok koleksinya dengan harga cukup mahal.

”Koleksi ini memang untuk menengah-atas. Saya tidak sediakan produksi. Kalau mau beli PO dulu. Kain atau bahannya juga nggak bisa sama persis, karena ini  hasil UMKM di Jawa,” terangnya.

Koleksi Khanaan. Foto: DOK.ISEF

Sementara Khanaan merilis koleksi busana muslim yang terinspirasi dari bahasa Perancis yang berarti Acara Malam. ”Nama itu terinspirasi dari gaun-gaun yang dirancang khusus bagi perempuan yang memiliki sejumlah acara selama sehari penuh, dari pagi hingga malam,”ujar Khanaan. *omi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here