Baru Terungkap! Ini Kronologi Meghan Markle Keguguran Anak ke Dua

meghan-markle-keguguran
Foto: Max Mumby/Indigo

Kebahagiaan yang sudah lama dinanti, tiba-tiba saja jadi mimpi buruk bagi keluarga Sussex. Rabu (25/11) ini Meghan Markle mengabarkan bahwa dirinya hamil anak ke dua. Sayangnya pada Juli lalu Meghan keguguran.

Kabar mengharukan itu disampaikan Meghan lewat tulisannya di The New York Times. Melalui media cetak itu Duchess of Sussex mengungkap bahwa dirinya mengalami keguguran sesaat setelah mengawali harinya. 

“Di pagi hari di bulan Juli, aku mengawalinya seperti hari-hari biasa: membuat sarapan. Memberi makan anjing. Minum vitamin. Mencari kaos kaki yang hilang. Membereskan crayon yang ada di kolong meja. Menguncir rambutku sebelum menggendong anakku dari tempat tidurnya,” cerita Meghan. 

Perempuan 39 tahun itu melanjutkan kegiatannya dengan sang putra, Archie Harrison. Tapi tiba-tiba ia merasakan perutnya kram.

“Setelah mengganti popok anakku, aku merasa perutku kram. Rasanya sangat menyakitkan, sampai-sampai aku jatuh ke lantai saat menggendong anakku. Aku masih menyenandungkan lagu anak-anak supaya kita tetap tenang,” beber Meghan.

“Nada ceria yang kami nyanyikan begitu kontras dengan perasaanku yang saat itu juga tahu kalau ada yang tidak beres. Aku tahu, saat aku menggendong anak sulungku, aku kehilangan anak ke duaku,” lanjutnya.

| Baca juga: Rumah Harry-Meghan di Inggris Punya Penghuni Baru

Meghan langsung dilarikan ke rumah sakit. Duka begitu menyelimuti hati Meghan dan Pangeran Harry saat berada di sana. Keduanya sama-sama berlinang air mata. 

“Beberapa jam kemudian, aku tidur di atas ranjang rumah sakit, menggenggam tangan suamiku. Aku merasakan tangannya lembap dan mencium jarinya yang basah dari air mata kami berdua. Menatap dinding-dinding rumah sakit, mataku berkaca-kaca. Aku bertanya-tanya bagaimana kita akan sembuh dari luka ini,” kata Meghan. 

Meghan tak kuasa melihat betapa suaminya sangat terluka. Meski begitu, Pangeran Harry terus mencoba untuk menguatkannya. 

“Duduk di ranjang rumah sakit, melihat suamiku patah hati ketika dia mencoba untuk menyembuhkanku, aku sadar bahwa satu-satunya jalan untuk sembuh adalah dengan bertanya ‘apakah kamu baik-baik saja?’,” tandasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here