Ketika Thomas Djorghi Bikin Sultan Djorghi dan Annisa Trihapsari iri

thomas-djorghi
Foto: Yanuarika/Nyata

Penampilan pedangdut Thomas Djorghi selalu membuat banyak orang iri. Bagaimana tidak, di usianya yang sudah 50 tahun ini, Thomas masih awet muda. Kulit wajahnya terlihat tetap kencang dan cerah.

Tak hanya orang lain, adik kandungnya yakni Sultan Djorghi dan istrinya juga iri. Maklum Sultan dan istrinya, Annisa Trihapsari, termasuk tipe orang yang tak suka melakukan perawatan.

“Saya mungkin casing-nya aja perempuan, tapi aslinya saya enggak suka ke salon buat perawatan seperti creambath apalagi facial. Apalagi suami saya yang sukanya ke bengkel, pantang banget diajak ke salon,” kata Annisa di Hotel Gran Melia, Jakarta.

“Akibatnya, yang bikin kesal itu banyak orang di luar yang bilang kalau saya adalah kakaknya Thomas,” timpal Sultan yang saat ini berusia 41 tahun itu sambil tersenyum.

| Baca juga: Nose Herbalindo: Dalang di Balik Kesuksesan Bisnis Kosmetik Seleb

Namun setelah usianya memasuki kepala empat, Annisa mulai menyadari pentingnya melakukan perawatan. Karena itulah ia mencoba menanyakan rahasia awet muda kakak iparnya itu.

“Saya tanya ke Thomas, nggak sopan lu umur kepala lima masih muda banget. Apa sih yang
kakak berikan kepada wajah kakak sampai tetap sebagus itu?” ungkap Annisa.

Thomas lalu membuka rahasianya. Rupanya ia rajin perawatan selama dua tahun belakangan. Selain menjaga pola hidup sehat, ia juga melakukan treatment enzyme theraphy di
klinik milik Danne Montague King.

“Udah dua tahun setengah ini rutin sebulan dua kali perawatan. Merasa cocok karena dari awal setelah coba beneran ngerasain ada perbedaan. Lebih kayak tirus gitu. Jadi coba lagi berikut berikutnya,” ucapnya.

Satu hal yang disuka Thomas dari DMK adalah proses perawatan yang tidak menyakitkan. Menjalani proses maskering untuk memasukkan enzim kedalam kulit dan langsung mendapatkan hasilnya, membuat Thomas semakin tertarik menjalani perawatan DMK.

“Dengar perawatan kulit rata-rata menggunakan alat yang kadang menyakitkan. Saya paling
anti disakiti, ketemulah perawatan yang sama sekali aman yaitu dengan Enzyme,” katanya.

Prinsip Thomas yang tak ingin menyakiti dirinya untuk mendapatkan kulit yang baik, rupanya
memang dipegang keluarganya yang lain.

“Saya percaya kak Thomas ini bisa tampil seperti itu tanpa operasi segala macamnya. Karena keluarga kami semuanya takut dengan jarum, operasi atau menanam sesuatu ke kulit. Makanya kita tertarik mengikuti kak Thomas,” kata Annisa.

| Baca juga: Rahasia Dapatkan Kulit Wajah Glowing Sepanjang Masa

Penilaian banyak orang Annisa kalau lebih tua dari Thomas, serta cerita Thomas yang mendapatkan hasil maksimal tanpa proses menyakitkan membuat Sultan tertarik mengikuti jejak kakaknya itu.

“Wah enggak bisa ini masa gue dibilang kakaknya Thomas. Menjadi tua pasti iya, tapi gimana caranya tua dengan kulit yang sehat dan terjaga itu yang ingin saya dapatkan,” jelas Thomas.

Menyambung penjelasan Thomas, Muchtar Tjia (Managing Direktor DMK Indonesia), konsep
DMK Muscle Enzyme Therapy di DMK Clinic memang berbeda. Karena DMK menghadirkan terapi enzim (enzyme therapy), yakni sebuah rangkaian perawatan enzim yang ditemukan oleh DR. Danne Montague-King.

Konsep perawatan yang ditawarkan adalah remove, rebuild, protect, dan maintain dalam pengaplikasian perawatan dasar yang dimulai dari tahap cleansing massage.

“Kami ingin mendobrak stigma masyarakat Indonesia saat ini. Beauty is no pain, ingin cantik
enggak harus menyakiti diri sendiri. Filler, bottox dan lainnya itu prosesnya menyakiti, tapi enggak merubah kulit menjadi sehat,” tutup Muchtar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here