International Flower Competition 2020 Libatkan Siswa SD Se-Indonesia

international-flower-competition
Foto: Reza Wibisono/Nyata

Planet yang kita tinggali tengah menghadapi berbagai masalah lingkungan. Salah satu yang paling mendesak adalah bagaimana caranya melestarikan keberadaan lebah madu yang jadi penjaga dan pelindung keanekaragaman hayati. 

Melalui penyerbukan, lebah madu berkontribusi pada pemeliharaan dan reproduksi ekosistem. Namun saat ini populasi lebah madu di bumi dalam bahaya. Situasi ini pada akhirnya dapat mempengaruhi tidak hanya kita, tapi juga generasi yang akan datang.

Sebagai rasa peduli terhadap kondisi ini, pada tahun 2018 terbentuklah sebuah yayasan non-profit di Bali bernama Yayasan International Flower Competition (IFC) atau juga dikenal dengan ‘Kompetisi Bunga Internasional & Eksistensi Lebah’.

Tujuan dari kompetisi ini adalah untuk menciptakan kemewahan bagi kehidupan masyarakat sambil memperbaiki lingkungan agar terlihat lebih indah dan terawat, serta menjaga kelestarian dari eksistensi lebah madu. 

Baca juga: Cantiknya Warna-warni 9 Busana Kate Middleton Saat Tur di Pakistan

Kompetisi pertama resmi dibuka pada tanggal 24 Juni 2018, bertempat di Hanging Gardens of Bali. Setahun setelah acara pembukaan tersebut. Tepatnya pada tanggal 29 Juni 2019, akhirnya diadakanlah acara Gala Final untuk mengumumkan para pemenang kompetisi.

IFC pertama dimenangkan Nyoman Hendrawan. Nyoman dinilai berhasil menata taman seluas 30 meter persegi depan rumahnya di daerah Gianyar Bali dengan sangat apik. Dengan demikian ia berhak menyabet hadiah utama senilai Rp 1 milyar. Bagi pemenang 2-10 mendapatkan tabungan sebesar Rp 1 juta hingga 5 juta, serta voucher tiket pesawat, menginap, makanan dan lainnya. 

“Kompetisi (di tahun 2018) yang baru pertama kali digelar ini diikuti 185 peserta individu dari seluruh Bali yang melahirkan sepuluh finalis sebelum ditentukan pemenangnya,” kata Nir Peretz selaku Pendiri Yayasan International Flower Competition, di MNC Studio, Jakarta (14/11/2019).

Melanjuti kesuksesan kompetisi pertama, IFC 2020 kembali dibuka. Bedanya, kompetisi kali ini terbuka lebih luas dan skala nasional.

“Di kompetisi yang akan datang kita mengadakan dalam dua kategori. Individu di Bali dan semua sekolah dasar di Indonesia untuk turut berpartisipasi,” kata Ade C Nursafitri yang juga Pendiri Yayasan International Flower Competition.

Semua informasi dan pendaftaran peserta IFC bisa dilihat di www.yayasanifc.com. Nir Peretz dan Ade C. Nursafitri berharap kompetisi ini akan membawa pengaruh besar kepada bumi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here