Francis Karel Berhasil Wujudkan Mimpi 6 Tahun Lalu

francis-karel
Foto: Agnes/Nyata

Dari sejumlah penyanyi yang tampil di konser Andi Rianto Magenta Orchestra 15 Tahun (MOXV), penampilan penyanyi sekaligus musisi muda, Francis Karel, mampu mencuri perhatian.

Penyanyi yang biasa disapa Karel itu, tampil memukau dihadapan ribuan penonton yang memadati arena sepeda balap yang disulap menjadi tempat pertunjukan musik,
Jakarta International Velodrome pada Sabtu (23/11) kemarin.

Penyanyi bersuara tenor itu boleh bangga, karena ia membawakan lagunya sendiri yang berjudul Low dan telah diaransemen ulang dengan sentuhan orkestra Andi Rianto. Serta sebuah lagu lawas Dunia Tanpamu yang juga di aransemen ulang.

| Baca juga: Agnez Mo Tampil Menawan di American Music Awards 2019

Karel sebenarnya telah merilis lagu Low versi orisinil pada Agustus 2019 lalu. Andi Rianto juga memuji lagu tersebut, ketika pertama kali diberikan Karel padanya.

“Buat saya lagu Low dari Karel itu sangat menarik untuk dikerjakan kembali. Karena pertama, lagunya kekinian banget. Kedua melodinya sangat ear-catching. Dan yang terakhir cara Karel membawakan lagunya tuh asik banget,” kata Andi Rianto.

Tak hanya lagunya yang mendapat pujian. Penampilan Karel sebagai rising star dalam konsernya juga dapat sorotan. Menurutnya panggung musik juga harus memberikan ruang bagi talent-talent muda.

“Dia musisi muda yang berbakat. Karena itu Karel harus terus berkembang dan maju, dan saya yakin, dia bisa melakukan itu,” kata Andi Rianto soal alasannya melibatkan Karel dalam konsernya.

francis-karel-2
Foto: Agnes/Nyata

Bagi Karel, bisa terlibat di konser Andi Riyanto seperti mewujudkan impiannya sejak lama. Ceritanya enam tahun lalu, ia pernah ikut audisi untuk tampil di konser serupa. Sayangnya waktu itu ia belum berhasil. Ia mengaku secara vokal memang belum matang.

Namun sulung dari tiga bersaudara ini pantang menyerah. Lepas SMA di Jakarta, ia memutuskan untuk memperdalam soal musik ke Amerika Serikat. Ia memilih jurusan song writing di Los Angeles Collage of Music (LACM), yang disebut-sebut sebagai tempat lahirnya penulis lagu tingkat dunia.

Hasil belajar di negeri Paman Sam serta pergaulan dengan musisi di sana, salah satunya melahirkan lagu Low. Lagu ini merupakan kolaborasi dengan pemuda Perancis, Damian Magand.

| Baca juga: Akhirnya Doa Ruth Sahanaya untuk Malam Tahun Baru Terkabul

Sebelumnya ia juga merilis lagu I Could, yang terpilih menjadi OST webseries Falling Star yang dibintangi Mawar Eva, Giulio Parengkuan dan Kevin Julio.

Saat pulang ke Indonesia pada September lalu, ia terpikir untuk merekam lagu Low dengan versi berbeda, yaitu memasukkan unsur orkestra. Penyanyi yang mulai menciptakan lagu sejak usia 12 tahun tersebut, bertemu dengan Andi Rianto di studionya. Musisi senior itu rupanya terkesan dengan lagu milik Karel yang sangat kental dengan nuansa Pop EDM.

“Om Andi rupanya suka dengan lagu Low itu. Hanya dalam waktu 40 menit, oleh Om Andi dibuat versi orkestra-nya. Aku takjub dengan hasilnya. Secepat itu dan hasilnya sangat keren, amaz banget,” kata Karen ketika ditemui disela-sela latihan di Studio Ross, kawasan Fatmawati Jakarta Selatan, pekan lalu.

Dari pertemuan itu, rupanya kerja sama antara Andi Rianto dan Karel terus berlanjut. Andi menawari Karel untuk terlibat di konsernya.

“Bagi aku ini seperti out of the box, tiba-tiba ditawari untuk terlibat di konsernya. Aku tidak prepare apa-apa, jadi very grateful aja. Apalagi dari kecil aku sudah nge-fans banget dengan Om Andi, beliau itu ikon di dunia musik. Orang tua aku juga nge-fans dengan beliau,” papar penyanyi berdarah Batak ini.

Untuk mempersiapkan penampilannya, penyuka lagu-lagu berirama R&B ini berlatih setiap hari. Setelah kolaborasi ini, Karel akan kembali ke Amerika Serikat untuk melanjutkan kuliahnya yang masih setahun lagi.

Ia berharap bisa berkarir di Indonesia maupun disana. “Sudah saatnya membawa musik Indonesia ke manca,” tutupnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here