Batam Medical Blockchain Berhasil Tarik Perhatian Singapura

dclinic-1
Foto: Istimewa

Seminar Batam Medical Blockchain (BMB) yang diinisiasi oleh dClinic dan Deloitte Asia Tenggara, bekerjsama dengan BP Batam di Kantor Deloitte, Singapura, Sabtu (2/11) siang mendapat perhatian penuh dari pengusaha Singapura.

Hal itu tampak dari pujian Presiden Goverment Blockchain Assocation (GBA) Singapura, Andrew Khow.

“Batam sebagai pelopor Blockchain akan maju dan berdampak baik bagi Indonesia dan tentu ASEAN khususnya untuk bidang Wisata Medis dan Layanan Khusus lainnya seperti IVF,” ungkapnya.

Acara tersebut dihadiri tamu dari Batam, diantaranya Bp. Ir. Syahril Japarin (Wakil Ketua Manajemen Perusahaan), Dr Sigit Riyarto (Direktur RSBP Batam) dan Bp. Dendi Gustinandar (Direktur Promosi & Hubungan Masyarakat BP Batam).

Baca juga: Tupperware Siap Meluncur ke Luar Angkasa Bareng NASA

Audiens mengakui kemitraan yang kuat antara dClinic dan Batam, serta mengakui pandangan ke depan dan inovasi yang didorong oleh BP Batam.

dclinic-2
Foto: Istimewa

Momen itu dimanfaatkan dClinic dengan mengundang tamu-tamu perusahaan serta pemerintah dari Singapura dan Indonesia untuk datang ke Batam. Tujuannya adalah melihat perkembangan yang luar biasa sejak penandatanganan proyek Blockchain Healthcare terbesar ($ 140 juta) pada Juli 2019.

dclinic-3
Foto: Istimewa

dClinic juga mengundang organisasi-organisasi Blockchain lainnya untuk melihat bagaimana mereka dapat berintegrasi ke dalam BMB Eco-System untuk membantu memberikan nilai lebih besar kepada masyarakat Indonesia dan Singapura, serta akhirnya ke wilayah ASEAN yang lebih luas.

“BMB ini sangat berpotensi membantu pemerintah Batam dan Indonesia melakukan penghematan besar pada anggaran perawatan kesehatan mereka yang terus bertambah. Selain itu, BMB akan membantu masyarakat dan konsumen mendapatkan hasil perawatan kesehatan yang positif melalui keterlibatan berdasarkan data layanan kesehatan yang dapat dipercaya, dapat diandalkan, dan tersedia melalui BMB”, ujar Dr Richard Satur, CEO dClinic.

Baca juga: Para Milenial Dibuat Baper Saat Belajar Mix & Match Kain Indonesia

Setelah lebih jauh menjelaskan alur kerja yang sedang berlangsung untuk Program BMB, Bapak Stephen Moo, MD dClinic Indonesia, mendorong organisasi dan penyedia aplikasi layanan kesehatan untuk berintegrasi ke dalam BMB melalui API yang tersedia.

“Sistem dan Aplikasi Layanan Kesehatan aktif dan ekspansif yang diintegrasikan ke dalam BMB akan mengarah pada lebih banyak layanan kesehatan dan kebugaran yang berbasis bukti untuk wilayah ASEAN”, ujar Mr Moo. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here