Indonesia Model Search Hadirkan Gebrakan Baru di Tahun Kelima

0
409
Indonesia-model-searc-1h
Foto: Istimewa

Ajang pencarian bakat serta model, Indonesia Model Search (IMS) dan Liga Talent Indonesia (LTI) kembali digelar pada 23-25 November 2018. Digelarnya kembali event yang sudah dimulai sejak 1980-an ini, ditandai dengan sebuah pembukaan yang dilaksanakan di El-Royale Hotel Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (22/11).

Ketua Umum IMS, Jerry Lawalata mengatakan, event yang dahulunya bernama Top Model Indonesia ini diikuti sebanyak 150 peserta dari 37 kota di seluruh Indonesia. Bukan tanpa sebab, acara ini digelar dengan harapan dapat menemukan bakat-bakat dan talenta baru.

“Acara ini kita mulai dari 10 kota audisi, kami mulai dengan apa adanya, tidak ada jual beli piala, dan kita ingin kemurnian sebuah lomba. Kita berjalan terus hingga kini menjadi 37 kota audisi. Dan benar benar dari 37 kota di Indonesia anak-anak yang datang ini, benar-benar anak yang punya talenta dan sudah bersaing di atas panggung,” kata Jerry.

Indonesia-model-search
Foto: Istimewa

Setelah melewati rangkaian tersebut, grand final Indonesian Model Search (IMS) 2018 akhirnya digelar. Para peserta yang hadir di acara Grand Final ini dikarantina terlebih dahulu. Mereka menjalani serangkaian penilaian oleh para dewan juri, sebelum mengikuti acara puncak yang dihelat pada tanggal 25 November 2018.

Baca juga: Pesona Rumah Anggun C. Sasmi di Paris dengan Ciri Khas Abad 19

Berbeda dengan ajang pencarian model lainnya, IMS mempunyai prinsip tidak bisa dibeli, dan anti-praktik KKN serta jual beli piala. Ini dilakukan karena IMS menganut pakem 4b (behavior, brand, beauty dan brain), yang selalu ditekankan untuk seorang model.

Jerry menjelaskan, event yang memasuki tahun kelima ini turut menghadirkan pula Liga Talent Indonesia. Ia melihat bahwa peserta yang mengikuti IMS tidak hanya memiliki bakat sebagai model saja, melainkan juga musik, vokal, akting, band dan lain sebagainya.

“Tahun ini kita ada Liga Talent Indonesia, karena di tahun-tahun sebelumnya kita bikin malam bakat. Ternyata di malam bakat semua peserta ini punya kemampuan musik, vokal. Maka dari itu saya buat IMS Band. Dan terbukti sudah dibikin dua single yang sekarang sedang masuk di kancah musik Indonesia,” ungkap Jerry.

Baca juga: Millie Bobby Brown Didaulat Jadi Duta UNICEF Termuda

Sementara, lanjut Jerry, untuk hadiah pada gelaran tahun ini adalah perhiasan dari Lost Jewelry senilai Rp15 juta hingga Rp30 juta untuk pemenang utamanya. Selain itu, Mei 2019, ada program ke Belanda bersama Kementerian KUKM. Desainer kondang, Samuel Watimena bersama sang pemenang akan di sana untuk melakukan show.

“Ada juga pemotretan di Filipina dan kebetulan saya pegang Asia pusat untuk Indonesia, saya bawa juga UMKM kita kesana,” kata Jerry.

Sementara untuk grand final nantinya, Jerry menyebutkan bahwa tidak ada kegiatan penjurian khusus. Menurutnya, penilaian yang paling utama adalah saat peserta berada di karantina.

“Untuk grand final-nya sendiri sebetulnya hanya have fun, bukan lagi penilaian yang besar. Yang utama adalah saat di karantina, ada wawasan yang akan kita tanyakan, cara pandang mereka yang akan kita gali,” ujarnya.

Baca juga: 11 Gaya Trendy Para Artis Gunakan Kembali Kacamata Model Jadul

Jerry berharap, dengan adanya penyelenggaraan IMS tahun ini dapat menyadi fasilitator dan menemukan talenta-talenta baru yang mempunyai mental juara.

“Harapan saya dengan penyelenggaraan ini, ingin mempunyai anak Indonesia yang mempunyai mental juara dan bukan jadi juara karena uang, kita akan perhatikan satu-persatu,” jelasnya.

Jerry pun berharap agar ke depannya bisa terus berkembang dan melakukan yang terbaik untuk anak-anak Indonesia.

“Kita punya prinsip, selama masih bisa berkembang untuk melakukan yang terbaik untuk anak-anak Indonesia. Terutama mereka yang berada di daerah yang jauh. Saya ingin IMS menjadi jembatan untuk mereka. Dan itu harus kita laksanakan setiap tahunnya. Saya ke daerah tidak hanya untuk mencari peserta. Walaupun sedikit, saya tidak peduli, kita datang ke daerah untuk memberikan kesempatan untuk anak-anak Indonesia berkarya.” (*)