Festival Dongeng Surabaya 2018 Angkat Kembali Kebiasaan Jadul

0
481
event-festival-dongeng
Foto: Istimewa

Sukacita begitu terasa dalam acara puncak Festival Dongeng Surabaya 2018, pada Minggu (25/11) kemarin. Puluhan pendongeng menunjukkan kebolehannya, dalam acara tahunan yang digelar di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur tersebut.

Festival tahun ini mengangkat tema Padang Bulan Nang Suroboyo. Tema tersebut terinspirasi dari kebiasaan mendongeng zaman dahulu.

“Dulu, saat malam hari, bulan bercahaya terang, anak-anak bermain dan mendengarkan dongeng di luar rumah. Kami ingin menghadirkan kembali kegembiraan seperti itu bagi anak-anak,” ujar ketua panitia Festival Dongeng Surabaya 2018, Inge Ariani.

event-festival-dongeng-surabaya
Kak Agus saat mendongeng untuk anak-anak. Foto: Aziz/Nyata

Baca juga: Suguhkan Cerita yang Tak Biasa, Pertunjukan Going Home Tuai Pujian

Selama acara, anak-anak akan diajak menyanyi dan mendengarkan dongeng yang sarat akan nilai budaya Indonesia. Sederet pendongeng yang ikut mengisi acara adalah Kak Maya, Kak Nobita, Kak Gentong, Kak Ucon, Kak Nafisa, Kak Agus, Kak Tobi, Ki Heru, Kak Haris, Kak Handoko, Kak Nitnit, Kak Icha, Bunda Inge, Kak Idris, dan Kak Bea. Selain itu juga ada penampilan spesial dari siswa SDN Pakis V Surabaya.

event-festival-dongeng-
Foto: Istimewa

Aneka permainan tradisional juga disiapkan panitia. Anak-anak pengunjung festival, dapat memainkan permainan dakon, ular tangga raksasa, gasing, bekel, dan engkle.

Baca juga: Mengkreasikan Jajanan Sehat Anak Sekolah Bersama Ajinomoto dan Koki

Festival yang diselenggarakan oleh komunitas Kumpul Dongeng ini, memiliki misi besar. Yaitu untuk mengembalikan dongeng ke rumah-rumah, mendorong orang tua lebih sering berinteraksi dengan anaknya, dan mengenalkan dongeng ke masyarakat luas.

Dongeng sendiri telah lama menjadi salah satu metode pembelajaran literasi bagi anak. Karena dapat meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas anak. Juga dapat mempererat ikatan emosional, antara orang tua dan anak. (azz/fir)