Selalu Diam saat Ditanya, Suami di Sulut Tega Aniaya Istri

ANIAYA: Ilustrasi suami KDRT istri. (Foto : Gettyimages)
ANIAYA: Ilustrasi suami KDRT istri. (Foto : Gettyimages)

Polisi mengungkap kronologi penganiayaan yang dilakukan suami berinisial MHL kepada istrinya di Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara (Sulut). Suami ini tega melakukan aniaya istri sendiri hingga babak belur.

Wakapolres Bolmut Kompol Syaiful mengatakan semua itu berawal dari pelaku yang emosi dengan sikap diam korban saat ditanya soal riwayat berhubungan badan di kediamannya, Desa Kuala, Kecamatan Bintauna, Bolmut pada Minggu (7/7).

Diketahui, pelaku dan korban merupakan pasangan suami istri muda. MHL menginterogasi istrinya sendiri karena curiga sudah pernah berhubungan badan sebelum mereka menikah. 

| Baca Juga : Fakta Istri KDRT Polisi di Jombang, Bukan Ditusuk Obeng

“Pelaku memaksa korban (untuk menjawab) jika sebelum nikah dengan pelaku, siapa yang pertama berhubungan badan dengan korban,” kata Kompol Syaiful saat dikonfirmasi, Rabu (10/07).

“Korban tidak mau menjawab dan terjadi cekcok sehingga berakibat pada KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga, red),” lanjutnya.

Syaiful menyampaikan pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut dan langsung mengamankan pelaku di Mapolres Bolmut.

“Begitu kita terima laporan, langsung kita amankan pelaku kurang dari 1 x 24 jam. Anggota ke lokasi itu berjarak 40 kilometer,” katanya.

Berdasarkan pemeriksaan penyidik, pelaku menganiaya korban menggunakan kaki dan tangan secara beberapa kali. Dampaknya, korban babak belur.

| Baca Juga : Dalih Suami Curi Perhiasan, Barbie Kumalasari Bakal Minta Cerai

“Korban mengalami bengkak di bagian pipi dan anggota badan lainnya, dan sudah dilakukan visum,” ungkapnya.

Dari kasus suami aniaya istri itu, MHL kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku juga langsung dijebloskan ke tahanan. “Sudah ditetapkan tersangka dan kemarin malam sudah dikeluarkan surat perintah penahanan,” ujar Syaiful.

“Tersangka dijerat pasal KDRT. Nanti di-juncto-kan dengan pasal penganiayaan,” sambungnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here