Pengunjung Istana Buckingham Kini Bisa Akses Area Balkon

Keluarga Kerajaan Inggris melambaikan tangan selama Trooping the Colour di balkon Istana Buckingham pada tanggal 15 Juni 2024 di London, Inggris. (FOTO: Getty/Chris Jackson)
Keluarga Kerajaan Inggris melambaikan tangan selama Trooping the Colour di balkon Istana Buckingham pada tanggal 15 Juni 2024 di London, Inggris. (FOTO: Getty/Chris Jackson)

Wisatawan yang ingin mengunjungi Istana Buckingham kini bisa berdiri langsung di belakang balkon yang terkenal sebagai tempat keluarga kerajaan berpose dan melambaikan tangan di setiap acara-acara besar.

Sebab, untuk pertama kalinya, Istana Buckingham akhirnya membuka Sayap Timur (East Wing) bangunan, yang mencakup Ruang Tengah (Center Room) tempat balkon ikonik berada. Itu merupakan ruangan yang dibuat semasa Ratu Victoria dan pertama kali digunakan di tahun 1851.

“Ruang ini merupakan bagian dari edisi East Wing, yang dibuat oleh Ratu Victoria dan Pangeran Albert. Dan Pangeran Albert-lah yang mengusulkan balkon,” kata Nicolas Turner Inman, Kurator Seni Dekoratif di Royal Collection Trust.

“Pertama kali digunakan pada tahun 1851 untuk melepas pasukan yang akan berperang di perang Krimea. Jadi, sudah digunakan sejak lama,” ujar Turner Inman, dikutip oleh Reuters.

| BACA JUGA : Taylor Swift Ke Inggris, Istana Buckingham Mainkan Lagu Shake It Off

Meski boleh memasuki East Wing, namun pengunjung hanya boleh berdiri di belakang balkon. Mereka tak diperbolehkan untuk berdiri tepat di balkon seperti tradisi keluarga kerajaan di setiap acara besar.

Keluarga Kerajaan berada di balkon Istana Buckingham selama perayaan Trooping the Color. (Foto: Getty Images)
Keluarga Kerajaan berada di balkon Istana Buckingham selama perayaan Trooping the Color. (Foto: Getty Images)

Pengunjung juga dapat melihat lampu gantung kaca abad ke-19 berbentuk seperti bunga teratai yang baru dipugar. Jika biasanya hanya didengar melalui keterangan pemandu, kini pengunjung istana bisa melihat lampu tersebut langsung di ruangan tempatnya tergantung.

“Agar masyarakat dapat melihat lampu gantung itu, bukan hanya sekilas dari mulut, tetapi benar-benar berada di ruangan tempat lampu itu tergantung. Itu merupakan prospek yang mengasyikkan,” tutur Turner Inman.

Bukan hanya itu, para pemegang tiket juga bisa masuk ke dalam Yellow Drawing Room, yang memamerkan barang-barang abad ke-18, seperti kertas dinding Cina yang dilukis tangan dan jam Kylin yang baru saja dipugar.

| BACA JUGA : Istana Buckingham Umumkan Raja Charles III Kembali Bertugas

Penampakan bagian area Yellow Drawing Room di Istana Buckingham yang kini bisa diakses oleh umum. (Foto: PA)
Penampakan bagian area Yellow Drawing Room di Istana Buckingham yang kini bisa diakses oleh umum. (Foto: PA)

Memang, tur di beberapa bagian Istana Buckingham sudah ada sejak 1993. Namun, akses ke bagian tersebut baru dimungkinkan setelah lima tahun renovasi, sebagai bagian dari program pelestarian Istana Buckingham yang sedang berlangsung.

Hal lainnya yang bisa disaksikan pengunjung adalah hiasan dinding sutra kekaisaran Cina yang dipersembahkan kepada Ratu Victoria. Dinding Sutra tersebut merupakan hadiah yang dipersembahkan oleh Kaisar Guangxu dari China kepada Ratu Victoria untuk menandai peringatan 50 Tahun Pernikahannya pada tahun 1897.

Selain itu, ada juga karya seni dari pelukis Inggris abad ke-18 Thomas Gainsborough yang dipamerkan di Koridor utama Istana Buckingham. Serta pengunjung juga akan diajak mampir ke State Rooms yang dibuka sejak musim panas ini, mulai tanggal 11 Juli hingga 29 September.

| BACA JUGA : Istana Buckingham Dibuka Pertama Kali untuk Umum, Tertarik Masuk?

“Salah satu tujuan amal kami adalah membuat koleksi ini lebih mudah diakses oleh masyarakat luas. Namun, ini juga merupakan keinginan Yang Mulia Raja, yang sangat ingin membuka kediaman Kerajaan,”  kata Turner Inman.

Tiket untuk dapat mengakses East Wing dan State Rooms di Istana Buckingham dihargai USD95 (sekitar Rp1,5 juta). Namun tiket untuk mengakses East Wing telah habis terjual, sehingga pengunjung harus menunggu kembali tahun depan.

Namun, pengunjung dapat mengunjungi State Room yang tiketnya dibanderol lebih murah, yakni USD50 (Rp800 ribu). (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here