Banjir Gorontalo Meluas, Kantor Pemerintahan Jadi Tempat Pengungsian

Banjir Gorontalo (Foto : X/@gtobing203)
Banjir Gorontalo (Foto : X/@gtobing203)

Banjir menggenangi enam di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Genangannya semakin meluas karena tingginya curah hujan ysejak 23 Juni 2024 lalu

“Banjir yang terjadi sejak Rabu (10/7) kemarin, semakin meluas. Total dari sembilan kecamatan, banjir telah menggenangi enam kecamatan di wilayah Kota Gorontalo,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo, Mahmud Baderan pada Kamis (11/07). 

Mahmud menyebut kejadian merupakan banjir terparah yang pernah menggenangi wilayah Kecamatan Dumbo Raya dan Kota Barat, Gorontalo. Ketinggian genangan air mencapai 50 sentimeter. 

| Baca Juga : Banjir Seatap Rumah, Rendam 35 Kampung di Mahakam Ulu

Menurutnya, banjir disebabkan curah hujan tinggi sehingga memicu meluapnya Sungai Bone dan Bolango, ditambah aliran sungai dari Danau Limboto. “Seluruhnya bertemu di Kota Gorontalo sehingga berdampak terjadinya banjir,” kata Mahmud.

Ia menjelaskan, Kota Gorontalo dilanda tingginya curah hujan sejak 23 Juni 2024 lalu. Hal itu mengakibatkan kemunculan banjir pada tanggal 27 Juni. Sempat surut, tapi banjir datang kembali lantara hujan yang tak kunjung henti.

Musibah banjir di Gorontalo pun terus berulang pada tanggal 3 dan 4 Juli. “Kemarin pada tanggal 8, 9 dan 10 dan hingga kini banjir masih melanda, bahkan meluas menggenangi hampir seluruh wilayah Kota Gorontalo,” jelas Mahmud.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo telah menyiapkan tempat pengungsian untuk mengantisipasi rumah warga yang terendam. Beberapa kantor pemerintah dijadikan lokasi pengungsian sementara.

Seperti di Kantor Wali Kota, aula Rumah Dinas Wali Kota, auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG), SMK Negeri 1 dan SMK 3 Kota Gorontalo, SDN 38 dan 341 Kota Gorontalo, serta Gedung Nasional Kota Gorontalo.

| Baca Juga : Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Tewaskan 37 Orang

“Kami mengimbau masyarakat yang terdampak agar dapat mengungsi ke tempat aman atau di tempat pengungsian yang telah disiapkan maupun dapat mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terdampak,” katanya.

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun dikerahkan untuk bekerja sama membangun dapur umum dan menyiapkan makanan siap saji bagi warga terdampak. (*) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here